“Indeks Kesejahteraan Petani sudah menangkap sifat multidimensi kesejahteraan petani melalui 21 variabel,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada September 2025 Badan Anggaran DPR RI bersama pemerintah menyepakati penambahan tiga indikator kesejahteraan rakyat dalam RAPBN 2026, yakni IKP, penciptaan lapangan kerja formal, dan Gross National Income (GNI) per kapita.
Setelah RAPBN disahkan menjadi APBN 2026, ketiga indikator tersebut resmi digunakan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan anggaran negara.
Dari perspektif bisnis, Prof. Bayu menilai tantangan terbesar dalam membangun sistem pangan berkelanjutan adalah perubahan pola pikir.
“Tantangan terbesarnya adalah mengubah cara pikir dari sektoral yang terkotak-kotak menjadi satu kesatuan sistem,” katanya.
