Safari Ramadan Bekasi, Asep Surya Atmaja Ingatkan Warga: Jaga Kerukunan di Tengah 3,4 Juta Penduduk yang Majemuk

BICARA POLITIK – Dilansir dari jabarprov.go.id (06/03/26), Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengajak masyarakat menjaga kerukunan serta ketertiban sosial di tengah keberagaman saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus kegiatan Safari Ramadan di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, pada 5 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Asep menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan menjadi salah satu sarana mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kita Pemerintahan Kabupaten Bekasi mempunyai empat agenda Safari Ramadan. Ini yang kedua, tinggal dua lagi. Ini adalah jalinan silaturahmi antara Pemkab Bekasi dengan masyarakat,” ujar Asep.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan lingkungan sosial mengingat Kabupaten Bekasi merupakan daerah dengan tingkat keberagaman masyarakat yang tinggi.
Menurut Asep, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi saat ini telah mencapai sekitar 3,4 juta jiwa dengan latar belakang yang beragam, termasuk warga negara asing yang bekerja di berbagai kawasan industri.
“Tadi saya juga dipesan oleh Ibu Kapolres agar semua masyarakat menjaga lingkungannya dan menjaga hubungan antarwarga. Karena Kabupaten Bekasi ini penduduknya sudah sekitar 3,4 juta jiwa dan sangat majemuk,” ujar Asep.
Asep menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan karakter serta kehidupan spiritual masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan karakter serta spiritual masyarakat,” ujar Asep.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga berencana menyiapkan dukungan anggaran bagi para tokoh dan penggerak kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Asep menyebut bantuan tersebut akan diberikan kepada berbagai pihak yang berperan dalam kegiatan keagamaan, seperti imam masjid, guru ngaji, marbot, hingga petugas penggali makam.
“Ke depan kita akan menyiapkan anggaran untuk imam masjid, guru ngaji, marbot, sampai penggali makam. Kalau bisa musholla juga diperhatikan, karena biasanya musholla tidak memiliki pemasukan seperti masjid,” ujar Asep.
Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi, serta bersama-sama membangun Kabupaten Bekasi yang religius, harmonis, dan sejahtera,” ujar Asep.












