Kunjungi Ponpes Baitul Arqom Al-Islami, Wapres Dorong Santri Adaptif terhadap AI dan Teknologi Robotik

Beberapa di antaranya adalah robot pengalir air wudhu otomatis, robot yang dapat berjalan dengan dua kaki, hingga robot untuk kompetisi seperti robot sumo dan robot pemain bola.
“Ini tadi kita sudah meninjau beberapa murid yang sedang belajar membuat robot dan juga belajar AI. Tadi ada robot untuk mengalirkan air wudhu secara otomatis, ada robot yang bisa berjalan dengan dua kaki, robot sumo dan robot pemain bola yang bisa dikompetisikan,” ujar Gibran.
Selain itu, ia juga meninjau kegiatan santriwati yang tengah mempelajari pemanfaatan teknologi AI menggunakan perangkat digital.
“Tadi santriwati juga belajar AI. Saya tekankan pentingnya santri dan santriwati untuk mengikuti perkembangan zaman. Kalau santri akhlaknya baik, ngajinya baik, tapi akan lebih baik lagi kalau bisa menguasai teknologi-teknologi terkini seperti AI dan robotik,” lanjutnya.
Gibran menjelaskan bahwa pembelajaran teknologi di pesantren tidak dimaksudkan agar semua santri menjadi programmer, melainkan untuk melatih pola pikir kritis dan inovatif.













