Dunia Dorong Transformasi Layanan Publik Digital, Indonesia Soroti Pentingnya Inklusi hingga Desa

Selain itu, Dini menekankan bahwa implementasi DPI tidak dapat sepenuhnya mengandalkan teknologi digital.
Meski perkembangan digital sangat pesat, tidak semua masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap perangkat seperti telepon pintar.
“Inklusi harus terintegrasi mulai dari tingkat kebijakan hingga implementasi di lapangan. Infrastruktur digital publik memang terlihat canggih, tetapi dalam praktiknya kita harus memahami realitas masyarakat. Tidak semua dari 287 juta penduduk Indonesia memiliki smartphone, sehingga layanan digital tetap perlu didukung oleh kehadiran petugas publik agar masyarakat di tingkat paling akhir tetap dapat dijangkau,” tambah Dini.
Diskusi juga menyoroti bagaimana DPI dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya kurang terlayani.
Appaya mencontohkan inovasi di India yang memanfaatkan pertukaran data terintegrasi untuk membantu perempuan memperoleh akses pembiayaan.
Melalui pemanfaatan data alternatif dan teknologi kecerdasan buatan, lembaga keuangan dapat menilai kelayakan kredit berdasarkan aktivitas usaha perempuan, seperti transaksi bisnis dan pembayaran tagihan.
Pendekatan ini memungkinkan perempuan mendapatkan pinjaman tanpa harus memiliki aset properti sebagai jaminan.
Selain aspek teknologi dan kebijakan, panel ini juga menyoroti pentingnya jaringan profesional serta program pendampingan bagi perempuan di sektor teknologi pemerintahan.












