Dunia Dorong Transformasi Layanan Publik Digital, Indonesia Soroti Pentingnya Inklusi hingga Desa

Global Lead AI Business Line dari World Bank, Sharmista Appaya, menegaskan bahwa keberhasilan DPI tidak semata-mata ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh manusia yang merancang serta menjalankan sistem tersebut.

Menurutnya, dalam banyak praktik global, perhatian dan pendanaan terhadap pengembangan kapasitas manusia masih jauh lebih kecil dibandingkan investasi pada infrastruktur atau kerangka kebijakan.

Padahal, faktor manusia menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan.

Mengintegrasikan Inklusi dari Kebijakan hingga Layanan di Lapangan

Pengalaman Indonesia menjadi salah satu contoh praktik dalam merancang kebijakan digital yang memperhatikan kondisi riil masyarakat.

Direktur Data untuk Pembangunan dan Pemerintah Digital di Kementerian PPN/Bappenas, Dini Maghfirra, menjelaskan bahwa efektivitas pembangunan DPI sangat ditentukan oleh kemampuan sistem tersebut menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Ia menegaskan bahwa prinsip inklusi harus diterapkan sejak tahap perumusan kebijakan tingkat tinggi hingga desain infrastruktur dan implementasi layanan di tingkat desa.

“Sebagai contoh, dalam proses pengumpulan data di lapangan, tim Bappenas menyesuaikan jadwal kegiatan dengan rutinitas domestik perempuan. Pengumpulan data tidak dilakukan pada pukul 10.00 hingga 12.00, waktu yang umumnya digunakan perempuan untuk menyiapkan makan siang bagi keluarga. Pendekatan ini dilakukan agar partisipasi perempuan dalam proses pengumpulan data dapat berlangsung secara optimal,” ujar Dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup