Perpanjangan Kontrak Freeport dan ExxonMobil Dongkrak Porsi Negara, Kepemilikan Saham RI Diproyeksi Naik Jadi 63 Persen

“Dengan demikian maka penciptaan lapangan pekerjaan dapat bertambah, yang eksistensi bertahan pendapatan negara juga bertambah, begitupun royalti PNBB dan pendapatan daerah,” ungkapnya.

Bahlil menegaskan, dalam perpanjangan kontrak hingga 2041, pendapatan negara harus lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, termasuk dari sektor emas dan komoditas lainnya.

“Di dalam perpanjangan 2041 nantinya diharapkan pendapatan negara harus jauh lebih tinggi ketimbang pendapatan negara yang ada sekarang ini. Termasuk dalamnya royalti dan pajak-pajak lain khususnya emas. Ini biar tidak disalah terjemahkan lain-lain oleh saudara-saudara saya yang ada di Tanah Air,” ujarnya.

Selama dua tahun terakhir, pemerintah bersama MIND ID dan Freeport-McMoRan melakukan negosiasi intensif untuk memastikan keberlanjutan operasi tambang di Papua. Puncak produksi Freeport diproyeksikan terjadi pada 2035.

“Kita tahu bahwa konsentrat Freeport sekarang memproduksi 1 tahun pada saat belum terjadi musibah, Itu mencapai 3,2 juta ton biji konsentrat daripada tembaga yang menghasilkan kurang lebih sekitar 900 ribu lebih tembaga dan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 ton emas,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup