Konflik Iran–Israel Memanas, Serangan ke Fasilitas Energi Picu Ancaman Harga Minyak Tembus US$200

Ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran di pasar energi global. Iran diketahui menyumbang sekitar 4 persen produksi minyak dunia, dengan sebagian besar ekspor minyaknya dikirim ke China.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah Amerika Serikat berupaya meredam kekhawatiran pasar energi.

Menteri Energi AS, Chris Wright, menegaskan bahwa Washington tidak terlibat dalam penyerangan terhadap fasilitas energi Iran.

“Serangan terhadap fasilitas minyak Iran dilakukan oleh Israel. Amerika Serikat tidak akan menargetkan infrastruktur energi Iran,” kata Wright kepada CNN International.

Ia menilai potensi gangguan terhadap pasokan energi dunia kemungkinan hanya bersifat sementara.

“Gangguan pasokan energi kemungkinan hanya akan berlangsung singkat, paling lama beberapa minggu,” ujarnya.

Di sisi lain, dinamika politik di Iran juga mengalami perubahan penting.

Majelis ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi Iran mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi baru menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup