Konflik Iran–Israel Memanas, Serangan ke Fasilitas Energi Picu Ancaman Harga Minyak Tembus US$200

BICARA POLITIK – Dilansir dari cnbcindonesia.com (09/03/26), Konflik antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah serangan udara yang dilancarkan dari Tel Aviv menghantam sejumlah fasilitas energi di sekitar ibu kota Teheran.
Ketegangan ini memunculkan ancaman balasan dari Iran terhadap infrastruktur minyak di kawasan Teluk serta memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.
Laporan The Guardian menyebutkan bahwa militer Israel melancarkan serangan udara pada Minggu yang menghantam sedikitnya lima fasilitas energi di sekitar Teheran.
Ledakan besar dilaporkan memicu kobaran api dan asap hitam tebal yang terlihat membumbung di langit ibu kota.
Perusahaan distribusi minyak Iran melaporkan empat pekerja tewas setelah fasilitas penyimpanan bahan bakar menjadi sasaran serangan.
Suara ledakan bahkan terdengar hingga Karaj, kota yang berada tidak jauh dari Teheran.
Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan bahwa Iran siap memberikan respons jika serangan terhadap infrastruktur energinya terus berlanjut.
“Jika Anda bisa menoleransi harga minyak lebih dari US$200 per barel (sekitar Rp3,1 juta per barel), lanjutkan permainan ini,” ujar juru bicara IRGC, seperti dikutip media pemerintah Iran, Senin (9/3/2026).












