Sebagai langkah strategis, Farhan mendorong penguatan sektor usaha kecil dan menengah, terutama industri kreatif berbasis fesyen yang menjadi salah satu keunggulan Kota Bandung.
Beberapa pelaku industri telah membuktikan potensi tersebut, di antaranya karya dari desainer ternama Ivan Gunawan serta brand lokal populer Buttonscarves yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Selain fesyen, kawasan Cibaduyut juga akan kembali didorong sebagai sentra industri sepatu dengan nilai ekspor yang menjanjikan.
“Sepatu kulit buatan Bandung bisa menembus pasar ekspor dengan harga tinggi. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan,” tegasnya.
Farhan juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali pusat aktivitas kota, termasuk kawasan Masjid Agung Bandung sebagai pusat keramaian masyarakat.
Pemerintah Kota Bandung berencana menggelar berbagai kegiatan rutin setiap bulan di kawasan tersebut guna meningkatkan kunjungan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.
“Kalau kawasan Masjid Agung hidup, maka ekonomi di sekitarnya juga akan bergerak,” ujarnya.
Tak hanya itu, peluang investasi juga dibuka lebar, khususnya di sektor properti seperti pembangunan hotel dan hunian vertikal.
