Presiden Prabowo: Perundingan Dagang RI–AS Capai Kesepakatan Saling Menguntungkan

BICARA POLITIK – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menghasilkan kesepahaman yang saling menguntungkan dan dilandasi prinsip saling menghormati.
Pernyataan itu ia sampaikan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, pada Sabtu, 21 Februari 2026.
“Kita bahas masalah perdagangan di antara dua negara. Perundingan sudah cukup lama, artinya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati, saya kira bagus ya,” ujar Presiden Prabowo dikutip dari laman setkab.go.id pada Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut Prabowo, negosiasi tarif antara kedua negara berlangsung cukup panjang. Namun, hasil yang dicapai dinilai tetap menguntungkan bagi kepentingan nasional Indonesia.
Terkait dinamika terbaru setelah putusan Supreme Court of the United States mengenai kebijakan tarif, Presiden menyatakan pemerintah Indonesia menghormati proses politik dalam negeri AS.
“Kita siap menghadapi semua kemungkinan. Kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat, kita lihat perkembangannya,” tegasnya.
Menyinggung kebijakan tarif sementara sebesar 10 persen, Prabowo menilai kebijakan tersebut masih memberikan ruang keuntungan bagi Indonesia.
“Saya kira menguntungkan ya. Kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” tambahnya.
Selain membahas isu perdagangan, Presiden juga mengungkapkan pertemuannya dengan sejumlah pimpinan perusahaan investasi global.
Dalam pertemuan tersebut, para investor menunjukkan minat besar terhadap prospek ekonomi Indonesia.
“Mereka menyampaikan mereka sangat tertarik sama Indonesia, mereka confident, mereka lihat iklimnya membaik terus, mereka positif terhadap ekonomi kita,” ungkap Presiden.
Pemerintah memastikan diplomasi dan negosiasi perdagangan akan terus dijalankan dengan mengutamakan kepentingan nasional.
Langkah tersebut sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat pertumbuhan Indonesia di tengah dinamika global.***












