Ketua Banggar DPR Said Abdullah Desak PT Agrinas Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Niaga

Selain itu, pendapatan masyarakat diperkirakan turun Rp39 triliun, surplus industri otomotif menyusut Rp21,67 triliun, pendapatan tenaga kerja di seluruh rantai pasok berkurang Rp17,39 triliun, serta penerimaan pajak bersih tertekan hingga Rp240 miliar.
Dorong Pengadaan dari Industri Lokal
Said mempertanyakan apakah Agrinas telah berkomunikasi dengan produsen otomotif dalam negeri, termasuk asosiasi seperti Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Ia menilai pengadaan 105.000 unit mobil niaga hampir setara dengan total produksi kendaraan niaga nasional dalam satu tahun.
“Bayangkan dampaknya jika pengadaan dilakukan di dalam negeri. Industri otomotif akan bergairah, tenaga kerja terserap, dan efek berantai ekonominya akan terasa luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pembelian kendaraan tersebut menggunakan APBN dan bersifat multiyears, sementara ruang fiskal pemerintah terbatas.
Karena itu, setiap belanja negara harus dihitung secara cermat dari sisi manfaat ekonomi jangka panjang.
Menurut Said, pertimbangan harga murah dari luar negeri tidak bisa menjadi satu-satunya dasar keputusan. Aspek layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan jaringan bengkel juga harus diperhitungkan.












