“Oh iya ini anda juga baca sejarah dong. Coba baca buku Nationalism and Revolution in Indonesia karya George McTurnan Kahin,” ujar Ikrar.
“Di situ dijelaskan mengapa Amerika turun tangan. Karena ketakutan Amerika bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan komunis,” imbuhnya.
Ikrar juga mengingatkan agar tidak menilai Amerika secara sepihak sebagai negara yang selalu berperan positif.
Namun Abu Janda kembali memotong pembicaraan dan melontarkan ucapan kasar yang kemudian diperingatkan oleh moderator acara, Aiman Witjaksono.
Perdebatan kemudian berlanjut ketika Abu Janda beradu argumen dengan Feri Amsari mengenai keputusan Presiden Prabowo Subianto yang disebut bergabung dengan Board of Peace (BOP) yang dikaitkan dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Feri menilai langkah tersebut tidak etis karena dalam forum tersebut juga terdapat keterlibatan pihak Israel, sementara Israel dituding melakukan pelanggaran terhadap rakyat Palestina.
Ia juga menyinggung sejarah dukungan Palestina terhadap Indonesia pada masa awal kemerdekaan, termasuk kontribusi tokoh Palestina Muhammad Ali Taher yang disebut menyumbangkan dana untuk perjuangan diplomasi Indonesia melalui Agus Salim.
“Kalau tidak ada bangsawan dari Palestina yang menyumbang untuk kemerdekaan bangsa ini, melalui Agus Salim belum tentu juga kita merdeka,” ujar Feri.
