Serangan AS–Israel ke Iran Memanas, Pemerintah Mulai Evakuasi WNI Lewat Azerbaijan

BICARA POLITIK – Dilansir dari bbc.com (07/03/26), Pemerintah Indonesia mulai mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran menyusul serangan yang terus berlangsung dari Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap mulai Jumat (6/3). Pada tahap pertama, sebanyak 32 WNI dijadwalkan keluar dari Iran.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Heni Hamidah menyampaikan bahwa para WNI tersebut akan dievakuasi melalui Azerbaijan.
Namun, ia menjelaskan jalur evakuasi masih dapat berubah menyesuaikan kondisi keamanan di lapangan.
“Dan ini akan ditentukan oleh teman-teman di perwakilan kita di KBRI Teheran dan KBRI Azerbaijan,” tambahnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/3).
Menurut Heni, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia masih terus memantau perkembangan situasi untuk menentukan kemungkinan evakuasi tahap berikutnya.
Keputusan tersebut akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi keamanan terbaru serta evaluasi dari perwakilan Indonesia di Iran.
“Termasuk assessment dari KBRI Teheran sebagai kantor perwakilan Kemlu yang memiliki kemampuan untuk memberikan assessment yang paling lengkap,” ungkapnya.
Ia juga meminta masyarakat memahami bahwa kondisi di lapangan sangat dinamis sehingga berbagai keputusan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi.
Saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran tetap beroperasi dan terus melakukan komunikasi serta penjangkauan kepada WNI yang masih berada di ibu kota Iran tersebut.
Kedutaan juga disiapkan untuk memberikan bantuan serta memenuhi kebutuhan warga negara Indonesia yang masih berada di wilayah tersebut.
Nasib WNI di Lebanon
Sementara itu, terkait sekitar 939 WNI yang berada di Lebanon, pemerintah menyatakan belum ada rencana untuk melakukan evakuasi.
Heni menjelaskan sebagian besar WNI di Lebanon merupakan personel Tentara Nasional Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon.
“Ada 939 WNI tapi sebagian besar merupakan personel TNI UNIFIL, dan sampai saat ini belum ada rencana untuk evakuasi,” ungkapnya.
Meski demikian, pemerintah Indonesia tetap memantau perkembangan situasi secara intensif serta memperbarui rencana kontingensi apabila kondisi keamanan di kawasan memburuk dan memerlukan langkah evakuasi.












