Rusia Buka Suara soal Perang Iran vs AS-Israel, Kremlin Tegaskan Belum Ada Permintaan Senjata

Pada tahun lalu, Iran dan Rusia menandatangani kesepakatan kemitraan strategis yang berlaku selama 20 tahun.

Dalam kerja sama tersebut, Rusia membangun dua fasilitas nuklir baru di Bushehr, yang merupakan satu-satunya lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir di Iran.

Sebagai bagian dari hubungan pertahanan tersebut, Iran juga diketahui menyuplai Rusia dengan drone kamikaze Shahed drone yang digunakan dalam konflik melawan Ukraina.

Sejumlah analis menilai Rusia belum memberikan bantuan militer kepada Iran karena masih fokus pada perang melawan Ukraina.

Konflik yang berkepanjangan tersebut dinilai telah menguras kemampuan militer dan ekonomi Moskow.

Kepala ahli strategi geopolitik di BCA Research, Matt Gerken, menilai perang di Ukraina telah membatasi kemampuan Rusia untuk memperluas pengaruh militernya di luar kawasan.

Sementara itu, Presiden Transversal Consulting, Ellen Wald, menilai Rusia justru diuntungkan dengan situasi yang terjadi di Timur Tengah saat ini karena perhatian global beralih dari Moskow.

“Putin jelas senang dengan situasi ini, menurut saya, meskipun setelah masalah ini terselesaikan, Trump pasti akan mengalihkan perhatian berikutnya ke Putin,” kata Wald.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup