Rusia Buka Suara soal Perang Iran vs AS-Israel, Kremlin Tegaskan Belum Ada Permintaan Senjata

BICARA POLITIK – Dilansir dari cnnindonesia.com (07/03/26), Pemerintah Rusia menyatakan belum menerima permintaan bantuan persenjataan dari Iran di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Kamis (5/3) ketika menanggapi pertanyaan wartawan terkait kemungkinan pengiriman senjata dari Moskow ke Teheran.

“Dalam hal ini, tidak ada permintaan dari pihak Iran. Posisi konsisten kami diketahui secara umum dan tidak ada perubahan dalam hal ini,” kata Peskov.

Rusia menjadi salah satu negara yang mendapat sorotan sejak Iran diserang oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Hal ini karena Moskow diketahui memiliki hubungan keamanan dan kerja sama pertahanan yang cukup erat dengan Teheran.

Sejak konflik di Timur Tengah memanas, banyak pihak mempertanyakan apakah Rusia akan memberikan dukungan militer kepada Iran, termasuk memasok persenjataan untuk menghadapi serangan AS dan Israel.

Meski demikian, Peskov menegaskan Rusia menghormati keputusan Iran yang tidak meminta bantuan senjata.

Ia juga menyatakan hubungan kedua negara tetap erat dan tidak mengalami perubahan.

Pada tahun lalu, Iran dan Rusia menandatangani kesepakatan kemitraan strategis yang berlaku selama 20 tahun.

Dalam kerja sama tersebut, Rusia membangun dua fasilitas nuklir baru di Bushehr, yang merupakan satu-satunya lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir di Iran.

Sebagai bagian dari hubungan pertahanan tersebut, Iran juga diketahui menyuplai Rusia dengan drone kamikaze Shahed drone yang digunakan dalam konflik melawan Ukraina.

Sejumlah analis menilai Rusia belum memberikan bantuan militer kepada Iran karena masih fokus pada perang melawan Ukraina.

Konflik yang berkepanjangan tersebut dinilai telah menguras kemampuan militer dan ekonomi Moskow.

Kepala ahli strategi geopolitik di BCA Research, Matt Gerken, menilai perang di Ukraina telah membatasi kemampuan Rusia untuk memperluas pengaruh militernya di luar kawasan.

Sementara itu, Presiden Transversal Consulting, Ellen Wald, menilai Rusia justru diuntungkan dengan situasi yang terjadi di Timur Tengah saat ini karena perhatian global beralih dari Moskow.

“Putin jelas senang dengan situasi ini, menurut saya, meskipun setelah masalah ini terselesaikan, Trump pasti akan mengalihkan perhatian berikutnya ke Putin,” kata Wald.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup