RI Tawarkan Investasi Mineral Kritis ke AS, Bahlil: Tetap Utamakan Kepentingan Nasional dan Hilirisasi

Bahlil juga menepis anggapan bahwa kerja sama ini membuka kembali ekspor bahan mentah.

“Kita memberikan ruang yang sama kepada semua negara, termasuk Amerika dan beberapa negara lain yang akan melakukan investasi di Indonesia, khususnya di mineral kritikal dan ini sudah terjadi, sebelum perjanjian ini pun sudah ada contoh, seperti Freeport,” ujar Bahlil.

“Jadi, jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah, enggak. Yang dimaksudkan di sini adalah mereka setelah melakukan pemurnian kemudian hasilnya bisa diekspor,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Bahlil, telah memetakan sejumlah wilayah pertambangan prospektif yang siap ditawarkan kepada investor.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga momentum hubungan ekonomi strategis Indonesia–AS sekaligus memastikan proyek berjalan cepat dan terarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup