Di Washington DC, Presiden Prabowo Uraikan Transformasi Nasional: Sekolah Digital hingga Danantara

Di sektor ekonomi, Presiden mengungkapkan pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai langkah konsolidasi aset negara dan penguatan investasi strategis.

Melalui Danantara, pemerintah mendorong percepatan hilirisasi dengan memulai 18 proyek pada tahun ini, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai 3 miliar dolar AS.

“Kami bergerak sangat cepat di semua sektor ini dan saya pikir bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi dan dapat dipandang sebagai mitra strategis yang baik untuk kawasan ini,” kata Presiden.

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap keterbukaan ekonomi, peningkatan infrastruktur dan logistik, penguatan rantai pasok, serta transisi energi yang realistis dan bertahap.

“Kami akan bergerak dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kapasitas kami. Kami mengejar proyek-proyek yang harus layak secara ekonomi, yang harus dapat dibiayai bank dan mampu memberikan pengembalian jangka panjang,” tandasnya.

Paparan tersebut menegaskan arah pembangunan Indonesia yang cepat namun terukur, modern tetapi inklusif. Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara berdaya saing teknologi, berdaulat secara ekonomi, dan siap menjadi pusat pertumbuhan baru dunia menuju Indonesia Emas 2045.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup