Di Washington DC, Presiden Prabowo Tegaskan Stabilitas Ekonomi, Kepastian Hukum, dan Reformasi SDM saat Iftar di U.S. Chamber of Commerce

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Presiden mengumumkan pembentukan 10 universitas baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics, dan Medicine).

Kebijakan ini diambil untuk mengatasi kekurangan tenaga medis dan mempercepat pembangunan SDM unggul.

“Kami kekurangan 140.000 dokter dan hanya meluluskan sekitar 10.000 dokter per tahun. Itu berarti kita membutuhkan waktu 14 tahun untuk mengisi kesenjangan ini, kecuali jika dilakukan upaya baru dan itulah sebabnya saya membentuk sepuluh universitas baru berbasis STEM,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah memulai pembangunan 500 sekolah menengah berkualitas tinggi serta membuka peluang kolaborasi pendidikan dengan institusi luar negeri, termasuk universitas terkemuka dari Inggris dan Amerika Serikat.

Di bidang tata kelola, Prabowo menegaskan komitmen memberantas korupsi dan aktivitas ilegal, seperti pertambangan tanpa izin dan pembalakan liar.

“Saya baru saja menutup 1.000 tambang ilegal. Mereka menambang di hutan lindung. Saya juga menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi yang melanggar hukum dan peraturan, beroperasi di luar area yang diizinkan, di luar konsesi mereka, dan sebagainya,” tegas Presiden.

Ia menambahkan, penegakan hukum dan kepastian regulasi menjadi prioritas untuk menciptakan stabilitas sosial dan politik yang mendukung dunia usaha.

“Kami menegakkan hukum. Kami berupaya menciptakan suasana kepastian proses hukum. Saya pikir semua ini akan menambah iklim stabilitas sosial, stabilitas politik, dan akan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan bisnis dan ekonomi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup