Potongan Ojol Dipangkas Jadi 8%! DPR Bocorkan Peran Pemerintah & Nasib Status Driver

BICARA POLITIK – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan adanya penurunan biaya potongan yang selama ini dibebankan oleh perusahaan aplikator ojek online (ojol). (04/05/26)
Pernyataan tersebut disampaikan saat audiensi bersama perwakilan serikat buruh dalam momentum May Day 2026 yang berlangsung di Kompleks DPR, Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Selain menyoroti penurunan biaya aplikator, Dasco juga menanggapi tuntutan perubahan status pengemudi ojol dari mitra menjadi karyawan tetap.
Kebijakan Potongan Aplikator
Dasco mengungkapkan bahwa pemerintah kini telah masuk ke dalam struktur perusahaan aplikator, sehingga kebijakan-kebijakan yang ada akan mengalami penyesuaian secara bertahap.
“Aplikator sebagian sudah diambil oleh pemerintah, sehingga sistem kebijakan dan lain-lain akan disesuaikan secara perlahan tapi pasti, karena ini menyangkut sistem dan lain-lain,” ucap Dasco di hadapan para buruh di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah menurunkan besaran potongan dari aplikator menjadi 8 persen.
“Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10 persen, ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen dari yang dikumpulkan,” lanjutnya.
Status Hubungan Kerja Pengemudi Ojol
Sebelumnya, perwakilan dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menyuarakan tuntutan agar pemerintah mengubah status pengemudi ojol dari mitra menjadi pekerja tetap.
“Secara umum kami di serikat buruh bersepakat untuk bagaimana pemerintah itu menetapkan statusnya menjadi pekerja, jadi supaya tidak mitra. Karena kalau mitra yang kita tahu selama ini ya masih secara sepihak ditentukan oleh pihak aplikator,” ujar perwakilan aliansi Gebrak saat rapat audiensi.
Menanggapi hal tersebut, Dasco menyampaikan bahwa saat ini pemerintah masih melakukan simulasi serta kajian terkait kemungkinan perubahan status tersebut.
Baca juga : Pemecahan Dapil DPRD Jakarta Selatan Jelang Hukum Baru Pemilu dan Perubahan Status Jakarta
“Nah, tadi pembahasan-pembahasan mengenai apakah kemudian jadi pekerja, jadi mitra, itu masih disimulasikan,” kata Dasco.
Ia juga menegaskan bahwa organisasi pengemudi ojol akan tetap dilibatkan dalam proses pembahasan tersebut.
“Nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembug karena pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, itu mengambil bagian saham, gitu,” jelasnya.












