Keracunan MBG Terulang! 252 Siswa SD di Jaktim Jadi Korban, Diduga dari Menu Ini

BICARA POLITIK – Kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi, kali ini di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur. (11/05/2026)
Dalam insiden terbaru tersebut, sebanyak 252 siswa dari sejumlah sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan MBG.
Para korban kemudian menjalani penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Viral dari Keluhan Orang Tua Siswa
Kasus ini mencuat setelah salah satu orang tua siswa membagikan pengalaman anaknya melalui platform media sosial Threads.
Akun @bonitasyachputri menyebut anaknya mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada Jumat, 8 Mei 2026.
Makanan tersebut diketahui berasal dari SPPG Pulogebang 15.
“Sekolahan anak saya SDN 03 Ujung Menteng Jaktim keracunan MBG pada hari Jumat, 8 Mei 2026, gimana ini pihak SPPG Pulogebang 15? Bisa tanggung jawab gak?” tulisnya dalam unggahan yang dikutip pada Minggu, 10 Mei 2026.
Dalam unggahan tersebut, ia juga menandai akun Partai Gerindra serta Pramono Anung agar kasus tersebut mendapat perhatian dan diusut tuntas.
Selain itu, ia mengunggah video sejumlah siswa yang dirawat di rumah sakit serta foto menu MBG pada hari kejadian.
Menu yang dibagikan saat itu terdiri dari jamur crispy, pangsit isi tahu, bakmi Jawa, ayam suwir, tumis tauge dengan timun dan tomat, serta buah semangka.
Diduga Berasal dari Pangsit Isi Tahu
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan dugaan awal bahwa sumber keracunan berasal dari menu pangsit isi tahu.
Menurutnya, dugaan itu muncul karena makanan tersebut dilaporkan memiliki rasa yang sedikit masam saat dikonsumsi.
“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa,” kata Ani kepada awak media.
Ratusan Siswa Terdampak
Ani menjelaskan bahwa 252 siswa yang melaporkan gejala keracunan berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya RA Al Latifiyah, SD Negeri Cakung Timur 01, SD Negeri Ujung Menteng 02 dan 03, MI Al Adawiyah, MI Al Wathoniyah, serta MTs Al Adawiyah.
“Yang mengakses faskes sejumlah 188 dan yang dirawat hingga Sabtu ada 26 (orang),” jelasnya.
Para korban dirujuk ke beberapa rumah sakit, termasuk RS Citra Harapan Bekasi, RS Ananda, RSI Pondok Kopi, RS Resti Mulya, RS Firdaus, RSI Sukapura, dan RS Pekerja.
Sementara itu, siswa dengan gejala ringan menjalani rawat jalan di puskesmas setempat.
Dinas Kesehatan juga mencatat bahwa SPPG Pulogebang 15 baru beroperasi sebagai dapur MBG sejak 31 Maret 2026.
Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada 2 April 2026 yang melibatkan 72 siswa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Pulogebang 15 belum memberikan pernyataan resmi dan diketahui telah mengunci akun Instagram resminya.












