Atap Bocor Diganti Gratis! Program Ini Bikin Rumah Wartawan Jadi Adem & Bebas Bahaya

BICARA POLITIK – Program “Ganti Atap Rumah Wartawan” yang diinisiasi oleh PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) bersama Promedia Group terus berlanjut dan kini menyasar rumah salah satu wartawan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. (04/05/26)

Salah satu penerima manfaat, Septya Santi, mengungkapkan kondisi rumahnya sebelumnya kerap bocor hingga menyebabkan banjir saat hujan, bahkan sempat mengalami kejadian tersetrum di dalam kamar.

“Di bagian belakang rumah, setiap kali hujan, karena bocor jadi nya banjir. Selain itu, pernah juga ke setrum beberapa kali di dalam kamar. Dan alhamdulilah ternyata saya terpilih sebagai salah satu penerima program baik ini,” kata Septya.

Proses penggantian atap yang sebelumnya menggunakan asbes dan seng dilakukan dengan mengganti material menjadi atap modern bermerek Alduro.

Tahap awal dimulai dengan pengukuran, dilanjutkan dengan persiapan bahan seperti rangka baja ringan, hingga peralatan kerja.

Wakil mandor Alduro, Junaedi, menjelaskan proses pengerjaan dilakukan secara sistematis oleh tim berpengalaman.

Baca juga : Potongan Ojol Dipangkas Jadi 8%! DPR Bocorkan Peran Pemerintah & Nasib Status Driver

“Awalnya diukur dulu atap rumahnya, lalu disiapin bahan-bahan yang mau dipakai mulai dari atap Alduro nya, baja ringan, ring, hingga peralatan kerja kita seperti bor, gergaji, tangga, dll. Jadi persiapannya dibikin semaksimal mungkin,” ujarnya.

Dengan melibatkan enam pekerja, proses penggantian atap pada rumah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 3 hingga 4 hari.

“Personil anak buah yang dibawa kesini ada 6 orang, karena untuk jumlah pekerja tergantung lokasi tempat kerjanya. Asal kan enggak ada banyak perubahan untuk jalur airnya atau segala bentuk talang, biasanya rata-rata kita langsung bisa pasang itu cuma butuh waktu 3-4 hari. Mengikuti kondisi bangunan yang sudah ada, jadi tinggal pasang rangka, baja ringan dan pasang atap Alduro nya,” jelasnya.

Septya pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan melalui program tersebut.

“Saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) dan Promedia Group yang sudah mau membantu memperbaiki atap rumah tua dengan Alduro, sehingga enggak akan bocor, banjir dan sampai kesetrum lagi di dalam kamar. Semoga kolaborasi yang sangat positif ini, dalam membantu rekan-rekan wartawan menjadi ladang amal selamanya buat para pemilik SKI dan Promedia,” tutupnya.

Kelebihan Alduro: Lebih Adem dan Sehat

Baca juga : MBG Disorot! Program Ratusan Triliun Terancam Gagal, Mundurnya Pimpinan Jadi Solusi?

Septya mengaku merasakan langsung perubahan signifikan setelah penggunaan atap Alduro, terutama dari segi suhu ruangan yang menjadi lebih sejuk.

“Setelah asbes dan seng nya diganti dengan Alduro, bagian belakang rumah jadi adem dan itulah yang saya rasakan bersama dengan keluarga. Jadi berasa kayak mimpi punya rumah yang sejuk, karena biasanya panas banget kalau pas lagi terik-teriknya,” aku Septya.

Direktur Utama PT SKI, Sugiarto Romeli, sebelumnya juga menjelaskan bahwa material Alduro mampu menjaga suhu ruangan lebih stabil dibandingkan atap konvensional.

“Penggunaan atap seng yang tipis atau asbes yang mudah rapuh justru terasa lebih panas di dalam ruangan. Tapi kalau pakai atap Alduro yang materialnya tebal dan elastis misalnya suhu di luar rumah itu 35 derajat celsius, maka di dalam rumah bisa sekitar 30-31 derajat celsius,” tuturnya.

Selain itu, Alduro dinilai lebih aman bagi kesehatan karena telah tersertifikasi bebas logam berbahaya oleh Sucofindo.

Baca juga : Amien Rais Dituding Termakan Hoaks! Qodari Bongkar Fakta Video Viral Teddy

“Dari sisi kesehatan, Alduro lebih aman dibandingkan asbes yang berisiko bagi sistem pernapasan, karena debu yang berasal dari serat asbes itu berbahaya bisa berpotensi menyebabkan kanker untuk penghuni rumah. Dan pada hasil tes uv untuk 10 tahun pemakaian atap ini tidak ada masalah,” ungkapnya.

Solusi Sampah Plastik dan Apresiasi Wartawan

Program ini juga menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah plastik di Indonesia melalui konsep ekonomi sirkular.

“Pada masa pandemi Covid-19, kami melihat beberapa masalah yang timbul, yaitu terutama masalah sampah plastik yang bahkan sampai sekarang belum ada jalan keluarnya,” ujar Sugiarto.

“Kami lihat, plastik tertentu seperti botol Pet sudah ada recycle-nya walaupun hanya dicacah cuci akhirnya barang itu dijual ke Eropa,” tambahnya.

Menurutnya, inisiatif ini lahir dari keinginan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam dengan memanfaatkan kembali material plastik.

“Berawal dari sana, kami dengan pengalaman Parent Company yang bergerak di bidang plastik, kita terjemahkan dalam menyelesaikan masalah sampah ini,” terangnya.

Selain aspek lingkungan, program ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap wartawan atas kontribusinya kepada masyarakat sekaligus edukasi tentang pentingnya hunian sehat.

Dengan mengganti atap lama seperti asbes atau seng ke material yang lebih modern dan ramah lingkungan, diharapkan kualitas hidup penghuni rumah dapat meningkat secara signifikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup