Dari AS ke Puncak ASDP! Ira Puspadewi Bongkar Rahasia Laba Rp637 Miliar & Pesan untuk Diaspora

BICARA POLITIK – Dilansir dari prasetya.ub.ac.id (22/02/26), Departemen Bisnis dan Hospitality Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya menggelar kuliah tamu bertema “Fly High and Stay Grounded?” di Gedung Widyaloka, Rabu (25/02/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Ira Puspadewi, Ph.D., Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) periode 2017–2024, sebagai narasumber utama.
Dalam sesi tersebut, Ira membagikan perjalanan kariernya selama 17 tahun di Amerika Serikat sebelum memutuskan kembali ke Indonesia untuk berkontribusi melalui ASDP.
Keputusan pulang, menurutnya, lahir dari panggilan moral sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Ia menegaskan bahwa talenta Indonesia di luar negeri tidak kalah dalam kecerdasan maupun keterampilan.
Namun, tantangan terbesar kerap terletak pada mentalitas, rasa percaya diri, dan keberanian untuk mengambil peran strategis.
Selama memimpin ASDP, Ira menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola BUMN sektor transportasi.
Salah satu capaian penting di bawah kepemimpinannya adalah pembukuan laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada 2023, yakni Rp637 miliar.
Capaian ini menjadi bagian dari transformasi besar ASDP menuju perusahaan yang lebih adaptif dan kompetitif.
Keberhasilan tersebut ditopang oleh langkah inovatif melalui digitalisasi layanan penyeberangan, termasuk implementasi sistem e-ticketing Ferizy.
Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional, transparansi, serta kenyamanan pengguna jasa.
Transformasi digital tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan visioner dapat menghasilkan dampak signifikan bagi perusahaan dan masyarakat.
Selain berbicara mengenai transformasi korporasi, Ira juga menyoroti pentingnya peran diaspora Indonesia.
Ia mendorong generasi muda untuk tetap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa, di mana pun mereka berkarya.
Baginya, keberhasilan individu seharusnya selaras dengan upaya mengharumkan nama Indonesia.
Kuliah tamu ini dihadiri lebih dari 350 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Administrasi Bisnis, Keuangan dan Perbankan, serta Manajemen Perhotelan, bersama sivitas akademika.
Forum ini menjadi ruang pembelajaran langsung mengenai dunia bisnis, kepemimpinan strategis, dan nilai pengabdian.
Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, berharap mahasiswa dapat memaknai karier bukan sekadar perjalanan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi.
Konsep “fly high” dimaknai sebagai keberanian bermimpi besar dan bersaing secara global, sementara “stay grounded” menjadi pengingat untuk tetap menjunjung nilai, etika, dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa untuk membangun karakter kepemimpinan yang tangguh, berintegritas, dan berorientasi pada kebermanfaatan di tingkat nasional maupun internasional.












