Komisi I DPR Soroti Rencana Pengiriman TNI ke Gaza, Tekankan Fokus Medis dan Zeni Tempur

BICARA POLITIK – Rencana pemerintah mengirim ribuan personel TNI ke Gaza, Palestina, mendapat perhatian serius dari Komisi I DPR RI.
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, menegaskan bahwa penugasan pasukan sebaiknya difokuskan pada misi kemanusiaan, khususnya bidang medis dan Zeni Tempur (Zipur), bukan untuk operasi tempur.
Politikus yang akrab disapa Daeng Ical itu mengungkapkan satu brigade TNI telah menjalani pelatihan sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
Namun, ia meminta pemerintah memastikan secara rinci mandat, wilayah tugas, serta batasan operasional sebelum personel diberangkatkan.
“Komisi I sudah mensyaratkan agar sebelum pengiriman dipastikan dulu apa saja tugasnya. Harus ada garis batas yang jelas, baik wilayah maupun segmen tugas. Rekomendasi kami hanya untuk medis dan Zipur atau rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya di Sekretariat DPW PKB Sulsel, Selasa (17/2/2026).
Minta Pemerintah Beri Penjelasan Terbuka
Syamsu Rizal juga meminta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan TNI memberikan penjelasan komprehensif kepada publik terkait tujuan keterlibatan Indonesia dalam ISF serta partisipasi pada Board of Peace.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami alasan Indonesia terlibat, termasuk pelaksanaan resolusi PBB dan poin-poin piagam yang menjadi dasar keikutsertaan tersebut.
“Kenapa kita masuk dalam Board of Peace, kenapa melaksanakan resolusi itu, semua harus dipahami masyarakat dengan baik,” tegasnya.












