Rudy Susmanto Serukan “Investasi Air”: Hulu Ciliwung Dijaga Bersama Demi Jakarta hingga Bekasi

BICARA POLITIK – Dilansir dari Jabarprov.go.id (09/02/26), Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh elemen masyarakat serta pemerintah daerah terkait untuk bersama-sama menjaga dan merawat kawasan hulu Sungai Ciliwung.
Menurutnya, peran hulu Ciliwung sangat vital bagi banyak wilayah sehingga tanggung jawab pelestariannya tidak bisa dibebankan hanya kepada satu daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Rudy saat memimpin kegiatan penanaman pohon di kawasan hulu Sungai Ciliwung, Cisarua, Rabu (5/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penanaman pohon serentak dan pembangunan hutan kota di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.
“Hulu Sungai Ciliwung ini milik kita semua. Memang berada di Kabupaten Bogor, tetapi yang harus merawat dan memeliharanya adalah seluruh masyarakat yang cinta alam, cinta lingkungan, dan cinta air. Ini kita jaga bersama-sama,” tegas Rudy.
Ia menjelaskan, Sungai Ciliwung berhulu di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, lalu mengalir melintasi sejumlah wilayah hingga ke Bekasi dan DKI Jakarta.
Oleh karena itu, kondisi hulu sungai sangat menentukan keberlangsungan sumber air, fungsi resapan, serta potensi risiko bencana di wilayah hilir.
Rudy juga mengajak daerah-daerah yang terdampak aliran Sungai Ciliwung untuk ikut berkontribusi menjaga kawasan hulu.
Upaya tersebut ia sebut sebagai bentuk “investasi air” demi masa depan bersama.
“Ayo kita berinvestasi, investasi air di Kabupaten Bogor. Kalau sumber mata air dan wilayah resapan terjaga dengan baik, kita bisa meminimalkan dampak-dampak negatif seperti banjir dan kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Nur Ari Wardoyo, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor dan jajarannya atas inisiasi program Bogor Menanam untuk Indonesia.
Menurutnya, penanaman pohon dan pemulihan tutupan lahan di hulu DAS Ciliwung merupakan intervensi nyata berbasis ilmiah untuk menekan risiko banjir dan longsor.
“Pemulihan ekosistem di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung sebagai langkah strategis untuk menekan risiko banjir dan longsor di wilayah hilir, termasuk Jakarta,” ungkap Nur.
Ia menegaskan bahwa pemulihan DAS Ciliwung tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga komunitas lokal.
Ia juga mengajak masyarakat tidak hanya menanam, tetapi turut merawat pohon dan menjaga tutupan hutan yang sudah ada.
“Upaya ini adalah kerja kolektif. Kalau kita rawat bersama, dampaknya akan kembali kepada kita semua, dalam bentuk lingkungan yang lebih aman, lebih lestari, dan lebih berkelanjutan,” tutupnya.












