“Regenerasi petani merupakan isu nasional, bukan hanya isu daerah. Jika kita ingin mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, maka investasi terbesar harus membangun SDM dan sistemnya,” kata Om Zein dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis, 19 Februari 2026.
“Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan Purwakarta berkontribusi dalam agenda tersebut,” sambung Om Zein.
Selain aspek edukasi, kolaborasi ini juga diarahkan untuk menyelaraskan potensi produksi hortikultura daerah dengan kebutuhan pasar serta program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga penguatan sektor pertanian tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga pada distribusi dan keberlanjutan sistem pangan.
Dalam rangkaian kegiatan ini, Bupati Purwakarta dan jajarannya juga meninjau fasilitas produksi dan riset EWINDO untuk melihat secara langsung proses pengembangan varietas hortikultura yang adaptif terhadap kondisi agroklimat dan kebutuhan petani di lapangan.
Glenn Pardede, Managing Director EWINDO menegaskan bahwa kontribusi sektor swasta dalam pertanian perlu dilihat dalam perspektif yang lebih luas.
“Kami percaya kontribusi industri pertanian tidak berhenti pada penyediaan benih. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem untuk memastikan inovasi diikuti edukasi, produktivitas diikuti keberlanjutan, dan pertanian tetap relevan bagi generasi berikutnya,” ujar Glenn Pardede.
Pendekatan Ekosistem untuk Ketahanan Pangan
Kerja sama ini mencerminkan pendekatan pembangunan pertanian berbasis ekosistem, dimana penguatan sektor dilakukan melalui sinergi kebijakan, inovasi, dan transfer pengetahuan.
