Heboh! Program Digitalisasi Masjid Bogor Dipanggil ke Istana, Siap Jadi Role Model Nasional?

BICARA POLITIK – Dikutip dari jabarprov.go.id (24/02/26), Inisiatif transformasi digital masjid yang digagas Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bogor bersama iSalaam dan Bank BJB Syariah mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Ketiga pihak tersebut diundang ke Istana Negara dan diterima langsung oleh Kepala Staf Presiden, Muhammad Qodari, beserta jajaran untuk mempresentasikan sekaligus mensosialisasikan program digitalisasi masjid.
Dalam kesempatan itu, paparan disampaikan oleh Ketua DMI Kabupaten Bogor H. TB Irwan Kurniawan, CEO iSalaam Prof. H. Munawar Fuad, serta Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahadi.
Program yang dipresentasikan mencakup pendataan masjid secara terpadu melalui database lengkap dan terverifikasi di Kabupaten Bogor.
Selain itu, dilakukan digitalisasi administrasi dan keuangan masjid, termasuk pengelolaan donasi, infak, zakat, hingga laporan keuangan berbasis sistem digital yang transparan dan akuntabel.
Transformasi ini juga melibatkan integrasi layanan perbankan syariah melalui sinergi dengan Bank BJB Syariah dalam membangun ekosistem keuangan masjid.
Tak hanya itu, disiapkan pula platform layanan jamaah berbasis pemberdayaan untuk memperkuat peran masjid dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
CEO iSalaam, Prof. H. Munawar Fuad, menyatakan bahwa kolaborasi ini dilandasi semangat bersama untuk bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh komunitas dalam memakmurkan masjid sekaligus masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor diusulkan sebagai role model nasional dalam transformasi digital masjid.
Keberadaan Masjid Nurul Wathon yang dibangun oleh Bupati Bogor disebut berpotensi menjadi percontohan bagi masjid lainnya.
Sementara itu, Ketua DMI Kabupaten Bogor H. TB Irwan Kurniawan menegaskan komitmennya untuk terus menggandeng iSalaam dalam mempercepat proses digitalisasi, termasuk dalam pendataan menyeluruh masjid di wilayah tersebut.
Menurutnya, pendataan yang terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh masjid terdokumentasi secara baik dan sistematis.












