Garut Selatan Siap Berubah! Bupati Syakur Siapkan “Jurusan Jagung” untuk Hapus Kemiskinan Ekstrem dan Buka Ribuan Lapangan Kerja

BICARA POLITIK – Dilansir dari jabarprov.go.id (24/02/26), Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menginstruksikan para kepala desa di Kecamatan Mekarmukti, Caringin, dan Bungbulang untuk mempercepat pembangunan wilayah melalui pengembangan jagung terintegrasi.

Program ini ditujukan untuk menekan angka kemiskinan ekstrem, mengurangi anak putus sekolah, serta menurunkan kasus kematian ibu dan anak di kawasan Garut Selatan (23/2/2026).

Menurut Syakur, wilayah Garut Selatan membutuhkan percepatan pembangunan karena kondisi sosial dan ekonomi masyarakat masih tertinggal dibanding daerah lainnya di Kabupaten Garut.

Tingginya angka kemiskinan ekstrem, banyaknya anak yang tidak melanjutkan sekolah, serta persoalan kesehatan ibu dan anak menjadi dasar pemerintah daerah menyusun strategi pembangunan yang berorientasi pada dampak langsung bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa akselerasi pembangunan memerlukan investasi besar, namun penciptaan lapangan kerja tidak harus selalu melalui industri manufaktur.

Sektor pariwisata, restoran, dan perhotelan juga dinilai mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan.

Selama ini, sektor pertanian dan peternakan dinilai belum memberikan nilai ekonomi optimal karena hasil produksi masih dijual dalam bentuk mentah tanpa proses hilirisasi.

Jagung dipilih sebagai komoditas unggulan karena memiliki permintaan tinggi sebagai bahan baku pakan ternak, sekaligus mendukung program Makanan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat.

Pemerintah Kabupaten Garut berencana membangun ekosistem pertanian terintegrasi dengan menghadirkan pabrik pakan di dekat sentra produksi jagung serta peternakan ayam pedaging.

Model ini diharapkan mampu menekan biaya produksi dan membuat harga pangan lebih terjangkau.

Konsep tersebut terinspirasi dari ekosistem peternakan di Blitar yang berhasil menurunkan harga telur karena seluruh rantai produksi terintegrasi dalam satu kawasan.

Program ini diharapkan membuka peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta menjadikan wilayah selatan Garut sebagai bagian penting dalam rantai pasok pangan nasional.

Para kepala desa menyambut positif rencana tersebut karena masyarakat membutuhkan solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup