Bekasi Siaga Mudik! Pemkab dan Forkopimda Siapkan Pengamanan Jalur Strategis Operasi Ketupat Jaya 2026

BICARA POLITIK – Dilansir dari jabarprov.go.id (12/03/26), Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Jaya 2026 di Gedung Promoter Polres Metro Bekasi, Selasa (10/3/2026).
Rapat tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, serta berbagai perangkat daerah guna memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Asep menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik, mengingat Kabupaten Bekasi merupakan wilayah penyangga ibu kota sekaligus kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Menurutnya, wilayah tersebut menjadi jalur strategis bagi pemudik karena dilintasi jalan nasional serta Tol Jakarta–Cikampek.
“Kabupaten Bekasi merupakan penyangga ibu kota dan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 7.800 perusahaan. Wilayah ini juga menjadi jalur mudik karena dilintasi jalan nasional dan Jalan Tol Jakarta–Cikampek, sehingga perlu koordinasi lintas sektor agar situasi tetap tertib, aman dan kondusif,” ujar Asep.
Ia juga menyebutkan jumlah penduduk Kabupaten Bekasi mencapai sekitar 3,4 juta jiwa, dengan sebagian besar merupakan pendatang.
Kondisi tersebut membuat banyak kawasan permukiman ditinggalkan saat musim mudik, sehingga pengamanan lingkungan perlu diperkuat.
Asep menegaskan Pemerintah Kabupaten Bekasi siap mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026 melalui keterlibatan berbagai perangkat daerah.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen memberikan dukungan terhadap pelaksanaan operasi ini melalui keterlibatan berbagai perangkat daerah, mulai dari Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas hingga pengamanan jalur-jalur strategis,” katanya.
Selain pengaturan lalu lintas, ia juga meminta sejumlah dinas melakukan langkah antisipasi lainnya.
Dinas Sumber Daya Air diminta memperbaiki jalan berlubang, sementara Dinas Kesehatan diminta menyiapkan layanan kesehatan dan obat-obatan darurat di jalur mudik.
“Obat-obat emergensi harus lengkap, termasuk penanganan awal bagi korban kecelakaan di jalur utama. Tenaga medis yang kompeten juga harus disiapkan di titik-titik pelayanan,” tegasnya.
Asep juga meminta Satpol PP meningkatkan penertiban di kawasan pasar dan pusat keramaian agar tidak mengganggu arus lalu lintas, terutama di titik-titik yang kerap menjadi tempat singgah pemudik.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mengantisipasi potensi bencana serta memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 H.
“Sinergi dan kolaborasi yang solid antara Polri, TNI, pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama arus mudik maupun arus balik,” tandasnya.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung pada pertengahan hingga akhir Maret 2026 sebagai upaya pengamanan nasional selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan operasi kemanusiaan yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Operasi Ketupat Jaya 2026 seperti tahun-tahun sebelumnya merupakan operasi kemanusiaan yang membutuhkan koordinasi dan solidaritas seluruh stakeholder terkait untuk mendukung kelancaran serta keberhasilan pengamanan Hari Raya Idulfitri dan arus mudik masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan operasi tahun ini dapat berjalan aman dan lancar sesuai tema yang diusung, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Kapolres juga menyoroti sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, salah satunya terkait ketersediaan serta stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) menjelang arus mudik.
“Situasi ini tentunya memerlukan pengamanan yang signifikan dari seluruh pihak agar Kabupaten Bekasi tetap aman dan kondusif,” katanya.
Hubungi kami di link berikut ini : https://linktr.ee/bicarapolitik












