Wakil Ketua MPR Ajak Semua Pihak Bersinergi Tingkatkan Keterwakilan Perempuan di Politik

BICARA POLITIK – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa penguatan peran perempuan di ranah politik memerlukan kerja bersama seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, kebijakan afirmasi yang telah diterapkan belum cukup tanpa dukungan konkret serta solidaritas di antara perempuan.
“Diperlukan langkah kolektif dari semua pihak, termasuk semangat perempuan mendukung perempuan, untuk memperkuat partisipasi aktif perempuan di bidang politik,” ujar Lestari dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Bedah Buku Politik Teknokratis: Kemenangan Melampaui Interseksionalitas dalam Pemilu yang digelar di Auditorium FIMENA, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah.
Kebijakan Afirmasi Dinilai Belum Maksimal
Lestari—yang akrab disapa Rerie—menilai peluang perempuan untuk masuk ke dunia politik mulai terbuka.
Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah perempuan yang duduk di parlemen serta hadirnya sejumlah regulasi afirmatif.
Namun demikian, ia menilai capaian tersebut belum sepenuhnya mampu menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan di sektor politik.
Rerie menyoroti masih kuatnya stigma di sejumlah daerah, seperti anggapan bahwa perempuan lebih emosional, kurang rasional, atau dianggap berpotensi mengganggu stabilitas.
Pandangan tersebut, menurutnya, turut memengaruhi rendahnya tingkat keterpilihan perempuan dalam pemilu.
Keterwakilan Belum Capai Target 30 Persen
Sebagai contoh, ia memaparkan data hasil Pemilu 2024 di daerah pemilihan Jawa Tengah. Dari total 77 anggota DPR RI terpilih, hanya 16 orang atau sekitar 20,7 persen yang merupakan perempuan. Angka itu masih di bawah target keterwakilan 30 persen di parlemen.
“Fakta ini menunjukkan bahwa perjuangan meningkatkan peran perempuan di politik tidaklah mudah dan masih menghadapi berbagai hambatan,” tegas legislator dari Dapil II Jawa Tengah tersebut.
Sebagai anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Rerie berharap pengalaman dan gagasan yang tertuang dalam buku tersebut dapat menjadi referensi serta pembelajaran bagi masyarakat luas.
Ia mendorong agar berbagai pihak terus memperjuangkan peningkatan keterwakilan perempuan demi mewujudkan politik yang lebih inklusif dan berkeadilan.***












