Pengiriman TNI ke Gaza Sebagai Misi Kemanusiaan Bukan Pasukan Tempur

Profesionalisme prajurit TNI dinilai telah teruji dalam berbagai operasi internasional dan menjadi modal kuat jika Indonesia kembali diminta berkontribusi.

Meski demikian, Amelia mengakui adanya kekhawatiran publik terkait potensi gesekan dengan aktor-aktor konflik di Gaza, termasuk Hamas.

Karena itu, ia meminta pemerintah merancang mandat dan mekanisme penempatan secara ketat dan terukur.

“Pasukan TNI tidak boleh ditempatkan sebagai pihak yang berhadapan dengan salah satu aktor konflik. Perannya harus jelas, yakni menjamin keamanan distribusi bantuan kemanusiaan, melindungi warga sipil, dan mengawasi pelaksanaan gencatan senjata apabila ada,” tegasnya.

Amelia menilai rencana penugasan hingga 8.000 personel harus berbasis zona netral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup