Pengamat Nilai Bahlil Belum Tegas Dukung Prabowo Dua Periode

BICARA POLITIK – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dinilai belum menyampaikan dukungan secara tegas terhadap kemungkinan Prabowo Subianto maju dua periode sebagai presiden.

Sikap tersebut disebut masih dipengaruhi oleh kedekatannya dengan mantan Presiden Joko Widodo.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai pernyataan Bahlil yang sebatas memastikan Golkar mendukung pemerintahan Prabowo–Gibran hingga tuntas masih menyisakan tafsir.

Menurutnya, belum jelas apakah dukungan tersebut hanya untuk satu periode atau berlanjut hingga Pemilihan Presiden 2029.

“Bahlil secara personal memiliki insting politik yang kuat. Ia menyadari kedekatan dan loyalitasnya dengan Jokowi. Posisi itu membuatnya tidak bisa berbicara secara lepas tanpa beban,” ujar Efriza, dikutip dari Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu (8/2/2026).

Efriza menilai, sikap hati-hati Bahlil merupakan pilihan politik yang aman di tengah dinamika politik yang masih cair menjelang Pemilu 2029.

Hal ini berbeda dengan sikap Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Prabowo–Gibran untuk dua periode.

“Pernyataan yang disampaikan Bahlil cenderung normatif, seolah hanya menegaskan konsekuensi politik karena Golkar mengusung Prabowo–Gibran pada Pilpres 2024,” kata Efriza.

Lebih jauh, Efriza meyakini terdapat pertimbangan politik yang belum diungkapkan secara terbuka oleh Bahlil.

Ia menilai peran Jokowi cukup besar dalam perjalanan karier politik Bahlil hingga menduduki posisi Ketua Umum Partai Golkar.

“Bahlil tampak memilih tidak menyampaikan dukungan Prabowo dua periode secara lugas, termasuk enggan mengomentari posisi Gibran.

Apalagi jika harus menanggapi wacana Jokowi terkait pasangan Prabowo–Gibran untuk dua periode,” pungkas Efriza.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup