Invasi Mahal dan Ditolak Rakyat AS: “Jangan Tumpahkan Darah Demi Minyak”

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/situasi-di-ibu-kota-Venezuela-Caracas-setelah-serangan-AS.jpg)
BICARA POLITIK – Dikutip dari kompas.id (04/01/26), Serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela menuai penolakan luas dari masyarakat AS.
Unjuk rasa digelar di berbagai kota dengan tuntutan penghentian invasi dan penolakan eksploitasi sumber daya alam negara lain.
Para demonstran membawa spanduk bertuliskan no blood for oil atau “jangan tumpahkan darah demi minyak”.
”Kami tidak mau AS menjajah negara lain demi sumber daya alam,” kata Samantha Rainwater, koordinator aksi di Columbia, South Carolina, kepada ABC.
Baca Juga: Psikolog Bongkar Fakta: Masalah Ekonomi Jadi Pemicu Utama Rumah Tangga Goyang
Media lokal Atlanta City Journal melaporkan bahwa pengunjuk rasa di Georgia menilai dana perang seharusnya dialihkan untuk mengatasi krisis domestik.
Badan Statistik AS mencatat, sepanjang 2025 sebanyak 17,4 juta warga kehilangan pekerjaan, termasuk 1,8 juta PHK pada Oktober.
Selain pengangguran, demonstran juga menyoroti terancamnya program pangan murah, gizi anak dan lansia, serta jaminan kesehatan warga lanjut usia akibat pembengkakan anggaran militer.












