Close Menu
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Politik

BAKN DPR Soroti Efisiensi Pembangkit PLN, Tekankan Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional

RedaksiBy RedaksiFebruari 14, 2026

BICARA POLITIK – Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Herman Khaeron, melakukan kunjungan kerja ke PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).

Agenda tersebut dilakukan untuk menelaah peran strategis subholding pembangkitan dalam menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.

Dalam kunjungan itu, Herman menegaskan bahwa BAKN DPR RI telah mencermati secara komprehensif operasional Indonesia Power sebagai penopang utama kinerja PT PLN (Persero).

Menurutnya, sinergi antarsubholding dalam ekosistem pembangkitan menjadi kunci menjaga pasokan listrik nasional tetap aman dan berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi capaian efisiensi sejumlah pembangkit yang dinilai semakin optimal.

Pembangkit berbasis gas, lanjutnya, memiliki keunggulan dari sisi emisi yang lebih bersih serta fleksibilitas operasional dibandingkan pembangkit berbahan bakar batu bara.

Namun, pemilihan jenis energi tetap harus mempertimbangkan kapasitas pembangkit dan ketersediaan sumber daya di dalam negeri.

Herman mencatat, ketergantungan pada pembangkit diesel berbahan bakar solar kini semakin berkurang. Meski demikian, bauran energi nasional masih didominasi batu bara, diikuti gas.

Karena itu, percepatan diversifikasi energi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

Salah satu fokus pengawasan BAKN DPR RI adalah komponen Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik (BPPTL).

Ia menilai biaya produksi di sektor pembangkitan sangat memengaruhi struktur biaya listrik nasional dan pada akhirnya berdampak terhadap tarif yang dibayarkan masyarakat.

Saat ini, negara mengalokasikan subsidi listrik sekitar Rp72 triliun untuk pelanggan tidak mampu, khususnya daya 450 VA dan sebagian 900 VA.

Di sisi lain, skema kompensasi yang semula dirancang sebagai stimulus bagi kelompok tertentu justru membengkak hingga sekitar Rp100 triliun.

“Kondisi ini perlu dikaji secara menyeluruh. Efisiensi di sektor hulu, terutama pembangkit, menjadi kunci untuk menekan beban keuangan negara,” ujar politikus Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Herman menekankan pentingnya kejelasan peta jalan (roadmap) pengembangan pembangkit nasional, termasuk arah kebijakan energi apakah tetap bertumpu pada batu bara, tenaga air, panas bumi, surya, maupun sumber energi lainnya.

Kejelasan strategi dinilai penting agar pengembangan pembangkit berjalan konsisten dan terukur.

Ia juga menyinggung tren sejumlah negara Eropa yang mulai menyeimbangkan energi fosil dengan energi baru terbarukan.

Bahkan, opsi energi nuklir disebut sebagai kemungkinan jangka panjang, mengingat potensi sumber daya uranium di Indonesia.

Namun, kebijakan tersebut memerlukan kajian komprehensif dan keputusan strategis lintas pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, Herman memastikan DPR RI melalui BAKN akan terus mengawal tata kelola sistem kelistrikan nasional, mencakup sektor pembangkitan, transmisi, hingga distribusi.

Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem kelistrikan yang efisien, merata hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mendukung target swasembada energi.

“BAKN tidak mencari kesalahan, melainkan solusi. Pengawasan ini bertujuan memastikan tata kelola kelistrikan berjalan efektif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” tegas Legislator Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII tersebut.***

Sumber : dpr.go.id

BAKN DPR efisiensi listrik pembangkit PLN
Share. Facebook Telegram Threads WhatsApp

Related Posts

Bupati Purwakarta Om Zein Klarifikasi Lagu ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejat’ yang Viral di Medsos: Itu Cerita tentang Diri Saya

Juli 1, 2026

Membaca krisis eksistensial di era digital dalam kacamata Søren Kierkegaard

Juni 24, 2026

DPP PPP Resmi Tetapkan Habib Salim Syueb sebagai Ketua DPC PPP Purwakarta

Juni 2, 2026

Gaya Hidup Sehat Ala Om Zein: Ajak Seklur Purwakarta Jalan Pagi dan Gaungkan Gerakan ‘Rebo Ngumum’

Mei 23, 2026

Momen Langka! Harmonisasi Om Zein dan Maula Akbar di Hajat Lembur Linggamukti Banjir Pujian Warganet

Mei 22, 2026

Krisis Pendidikan dan Kesehatan Purwakarta: Rapor Merah Pemkab Jadi Alarm Serius

Mei 11, 2026
Berita Terpopuler

BULOG bersama Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

By RedaksiAgustus 31, 2026

Viral WO Marwah Diduga Tipu Pengantin di Bekasi, Aldy-Feny Rugi Rp85,5 Juta dan Resmi Lapor Polisi

By RedaksiMei 25, 2026

Ombudsman RI Tegaskan Komitmen Integritas dan Hormati Proses Hukum

By RedaksiMaret 16, 2026

Skema Kemitraan Dongkrak Program MBG, 24.000 SPPG Kini Beroperasi di Seluruh Indonesia

By RedaksiFebruari 24, 2026

Dedi Mulyadi Touring Keliling Jabar Naik Moge 1.200cc, Ternyata Ini Motornya!

By RedaksiFebruari 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
© 2026 Bicarapolitik.id.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.