Persib Kalah Agregat dari Ratchaburi Meski Menang 1-0, Laga Diwarnai Kericuhan, Bojan Hodak Kecewa

BICARA POLITIK – Laga Persib Bandung kontra Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk tuan rumah.
Namun, hasil tersebut belum cukup membawa Maung Bandung melaju ke perempat final.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu, 18 Februari 2026, berlangsung sengit sejak awal. Persib mencetak gol tunggal melalui Andrew Jung pada menit ke-40.
Sayangnya, kemenangan itu tak mampu membalikkan keadaan setelah pada leg pertama Persib kalah 0-3. Secara agregat, Ratchaburi unggul 3-1 dan memastikan tiket ke babak berikutnya.
Ricuh Usai Peluit Akhir
Kekecewaan atas tersingkirnya Persib semakin terasa ketika terjadi kericuhan seusai pertandingan. Sejumlah suporter di Tribun Selatan mencoba masuk ke lapangan setelah wasit meniup peluit panjang.
Situasi memanas ketika beberapa oknum diduga berupaya mendekati area lorong ruang ganti pemain. Insiden tersebut memicu reaksi keras dari pelatih Persib, Bojan Hodak.
“Saya mau katakan satu hal. Mungkin di sini tadi ada sekitar 30 ribu suporter dan 29.900 dari mereka itu fantastis,” ujar Hodak.
Ia menegaskan, atmosfer kandang selama ini menjadi keuntungan besar bagi Persib.
“Tidak mudah untuk lawan bermain di sini, jika kalian ingat laga melawan Bangkok United, di babak pertama kesulitan. Bisa dilihat juga tadi Ratchaburi tidak mudah bermain di sini dan itu keuntungan bagi kami,” paparnya.
Namun, Hodak menyayangkan ulah segelintir suporter yang dinilai merugikan tim.
“Tapi ada 100 orang yang merusak, mereka datang untuk kepentingan pribadinya. Karena kami bisa saja didenda karena 100 orang ini, atau bahkan itu kurang dari 100 orang. Mereka meneror semuanya,” tegasnya.
Apresiasi untuk Mayoritas Bobotoh yang Kondusif
Terlepas dari insiden tersebut, Hodak tetap memberikan apresiasi kepada mayoritas Bobotoh yang tertib dan memberikan dukungan positif sepanjang pertandingan.
“Saya bisa katakan 99 persen suporter fantastis dan bagi setiap lawan yang datang ke sini itu tidak akan mudah, itu keuntungan ketika kami bermain di kandang sendiri,” tuturnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang pada laga berikutnya. Selain invasi lapangan, penyalaan petasan di tribune juga menjadi sorotan karena berpotensi memicu sanksi dari AFC.
Kekalahan agregat dari Ratchaburi sekaligus mengakhiri langkah Persib di kompetisi Asia musim ini, meski mereka mampu menutup laga kandang dengan kemenangan.***












