Bandung Makin “Enakeun” Buat Lari! Deretan Event Nasional Dongkrak Sport Tourism

BICARA POLITIK – Dilansir dari Jabarprov.go.id (11/02/26), Dalam satu tahun terakhir, Pemerintah Kota Bandung menunjukkan konsistensi mendukung berbagai agenda lari berskala nasional sebagai bagian dari strategi penguatan sport tourism.

Arah tersebut mulai terlihat sejak konferensi pers Bandung 10K pada Maret 2025.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa dukungan terhadap event lari bukan sekadar agenda olahraga, melainkan memiliki dampak langsung terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kota.

“Sport tourism sangat kami sambut dengan bahagia. Kami terbuka jika ada event lari di sini. Banyak yang pilih Kota Bandung karena suasananya nyaman, apalagi jika digunakan event lari,” ujarnya.

Farhan menilai karakter Bandung yang sejuk dan rindang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelari.

Menurutnya, peningkatan okupansi hotel serta pergerakan sektor fesyen dan kuliner menjadi efek nyata dari penyelenggaraan event tersebut.

Bandung 10K yang digelar bersama sejumlah kolaborator, termasuk Harian Kompas, menjadi contoh bagaimana event olahraga terhubung langsung dengan roda ekonomi kota.

Dukungan serupa terlihat saat Bandung menjadi tuan rumah Pocari Sweat Run Indonesia 2025.

Ajang ini diikuti 16.000 pelari yang hadir langsung, serta 30.435 pelari dari 373 kota secara virtual, dengan total partisipasi mencapai 46.435 orang.

Farhan menyebut ajang tersebut sebagai bagian dari penguatan citra kota.

Ia menegaskan bahwa kenyamanan berlari di Bandung tidak hanya dirasakan saat event berlangsung, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari.

Narasi sport tourism kembali diperkuat dalam Soekarno Run Bandung 2025 pada 8 Juni 2025.

Sebanyak 6.601 pelari menyusuri jalan-jalan bersejarah di pusat kota.

Dalam kesempatan itu, Farhan mengaitkan olahraga dengan narasi sejarah dan semangat perjuangan.

Memasuki Juli 2025, QRIS Run 2025 bersama Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat semakin menegaskan positioning Bandung sebagai kota nyaman untuk berlari sekaligus adaptif terhadap digitalisasi.

Penguatan citra tersebut juga menjangkau kawasan wisata alam melalui Tahura Trail Run Race 2026 pada 24–25 Januari 2026 di Tahura Ir. H. Djuanda.

Sebanyak 2.883 peserta mengikuti ajang yang memadukan olahraga, wisata alam, dan kampanye konservasi bertajuk Running for Conservation.

Rangkaian agenda ini menunjukkan konsistensi Pemkot Bandung dalam menjadikan event lari sebagai penggerak sport tourism.

Dari pusat kota hingga hutan kota, Bandung diposisikan sebagai ruang berlari yang nyaman, memiliki nilai historis, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakatnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup