Viral Gelembung Gas Muncul Usai Banjir di Nagan Raya, Api Bisa Membesar Saat Disulut

![]()
BICARA POLITIK – Fenomena tak lazim terjadi di Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, setelah banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. (04/01/26)
Sedikitnya terdapat lima titik gelembung gas yang muncul di sela-sela endapan lumpur pascabanjir.
Kemunculan gelembung tersebut diduga berasal dari gas alam yang naik ke permukaan tanah dan memicu kekhawatiran warga setempat.
Baca Juga: Sidak Beruntun, Kadisdik Purwakarta Sadiyah Puas Sekolah Tertata dan Bersih
Pasalnya, semburan gas tersebut diketahui dapat membesar ketika diarahkan api.
Penemuan lima titik gelembung gas di Desa Gunong Cut ini kemudian viral di media sosial setelah akun TikTok @sabrina_djuan mengunggah video terkait pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Pemkab Nagan Raya Kirim Tim untuk Identifikasi
Menanggapi viralnya fenomena tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dilaporkan telah mengirimkan tim ke lokasi kejadian.
Tim tersebut diturunkan untuk melakukan pemantauan langsung sekaligus mengidentifikasi titik-titik keluarnya gelembung gas.
“Mulai dari dua hari lalu hingga 3 Januari 2026, masih ditemukan aktivitas keluarnya gas pada beberapa titik lokasi,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, dikutip dari laman resmi Pemkab Nagan Raya pada Minggu, 4 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa fenomena kemunculan gas tersebut telah terpantau sejak banjir bandang pertama melanda lokasi itu pada 26 November 2025 lalu.
Baca Juga: Purwakarta Gelar Festival Gandrung Mulasara 2025: Apresiasi Inovasi Tatanen di Bale Atikan
Diberi Garis Polisi, Warga Diminta Menjauh dari Titik Gas
Sementara itu, lokasi penemuan semburan gas telah dipasangi pembatas sementara.
Pemantauan juga dilakukan secara rutin oleh aparatur desa bersama unsur terkait guna mengantisipasi potensi kejadian yang tidak diinginkan.
Police line atau garis polisi turut dipasang agar warga tidak mendekati area titik keluarnya gelembung gas.
Baca Juga: Keluarga Besar Disdik-PGRI Purwakarta Bantu Rehabilitasi Rumah Penjaga Sekolah yang Terbakar
Kajian lanjutan akan dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh untuk meneliti jenis serta kandungan gas, sekaligus menilai potensi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api di sekitar lokasi, tidak mendekati titik keluarnya gas, serta mengikuti arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi diterbitkan,” tegasnya.












