Tekanan Kerja Meningkat, Psikolog Soroti Realita PHK hingga Minim Lapangan Kerja

Tekanan Kerja Meningkat, Psikolog Soroti Realita PHK hingga Minim Lapangan Kerja

BICARA POLITIK – Tekanan ekonomi tidak hanya berdampak pada keluarga, tetapi juga dirasakan luas oleh masyarakat, khususnya dalam urusan pekerjaan. (04/01/26)

Psikolog Irfan Aulia menilai kondisi ekonomi saat ini memberi tekanan psikologis yang besar bagi publik.

“Kita kerja susah, orang bilang angka ekonomi naik tapi realitanya kanan-kiri orang dipecatin,” ujar Irfan.

Baca Juga: Keluarga Besar Disdik-PGRI Purwakarta Bantu Rehabilitasi Rumah Penjaga Sekolah yang Terbakar 

Ia menambahkan bahwa sektor informal memang banyak menyerap tenaga kerja, namun belum mampu menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.

“Sektor informal kita paling banyak, okelah sektor informal itu membantu tapi kan nggak ada penggeraknya,” tuturnya.

Kondisi tersebut sejalan dengan laporan World Bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2025 yang menyebut kawasan Asia Timur dan Pasifik tengah menghadapi kesulitan dalam penyediaan lapangan kerja.

Baca Juga: Janji Keras Antikorupsi Menggema, Mahfud MD Bongkar Fakta Kasus Besar yang Mandek di 2025 

Laporan itu secara khusus mencatat bahwa satu dari tujuh pemuda di Indonesia dan China berstatus pengangguran dan kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, Bank Dunia juga menyoroti masih banyaknya masyarakat di Asia Timur dan Pasifik yang bergantung pada sektor informal.

Sementara itu, Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Surya Lukita Warman, pada September 2025 mengungkapkan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 10,7 juta orang di Indonesia yang membutuhkan pekerjaan.

Baca Juga: Diteror Bom Molotov dan Bangkai Ayam, DJ Donny Sentil Pelaku dan Lapor Polda Metro

Jumlah tersebut belum termasuk pekerja yang terkena PHK maupun mereka yang keluar dari pekerjaan dan kembali mencari pekerjaan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup