Tarawih di Lokasi Bencana, Tito Kirim Pesan Keras: Pemerintah Tak Akan Tinggalkan Aceh Tamiang!

BICARA POLITIK – Dilansir dari kemendagri.go.id (22/02/26), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera melaksanakan salat tarawih berjemaah bersama warga Aceh Tamiang di Masjid Darussalam Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kamis (19/2/2026) malam.
Sebelumnya, Tito turut berbuka puasa bersama masyarakat terdampak bencana, termasuk penghuni Hunian Sementara (Huntara) Danantara Aceh Tamiang.
Ia juga melaksanakan salat Magrib dan Isya bersama warga setempat.
Tito mengaku bersyukur dapat menjalani hari pertama Ramadan 2026 di tengah masyarakat Aceh Tamiang.
Ia menyebut keinginan tersebut sudah muncul bahkan sebelum dirinya ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kasatgas.
“Karena saya melihat dari tiga provinsi yang ada [terdampak bencana], 52 kabupaten/kota salah satu yang terdampak paling berat adalah di Aceh Tamiang,” ujar Tito.
Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat di lokasi bencana menjadi bukti nyata komitmen negara.
Ia menegaskan pemerintah tidak akan meninggalkan masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Bahwa saya wakil pemerintah pusat hadir di sini, bukan untuk apa-apa, tapi memberikan sinyal bahwa kami pemerintah pusat tidak meninggalkan Bapak-Ibu sekalian,” jelasnya.
Tito menjelaskan, proses pemulihan terus berjalan dan menunjukkan perkembangan positif.
Aktivitas pemerintahan mulai normal, distribusi bahan bakar minyak (BBM) kembali lancar, serta pasar-pasar sudah kembali beroperasi.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah persoalan yang menjadi prioritas, seperti penanganan pengungsi, percepatan pembersihan lumpur, dan penyediaan air bersih.
“Kita akan selesaikan sampai tuntas,” tegasnya.
Pemerintah juga telah menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Rinciannya, Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta bagi rumah rusak berat atau hilang.
Di akhir pernyataannya, Tito mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mempercepat proses pemulihan pascabencana.
“Kebersamaan sangat penting sekali dan semangat dari kita semua,” jelasnya.












