Kasus Kekerasan Bersenjata di Yahukimo Terus Dikembangkan, Satgas Ungkap Sejumlah Nama Terduga Pelaku

BICARA POLITIK – Operasi Damai Cartenz terus memperluas penyidikan kasus kekerasan bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dari hasil pengamanan dan pemeriksaan sejumlah pihak pekan lalu, aparat mengungkap keterlibatan beberapa nama dalam rangkaian penembakan dan pembunuhan sejak 2023 hingga awal 2026.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, menyatakan satu nama yang sebelumnya belum teridentifikasi, yakni Meno Kogoya, kini dipastikan terlibat dalam sejumlah tindak pidana kekerasan.
“Berdasarkan pengembangan penyidikan, Meno Kogoya diduga terlibat dalam pembunuhan dua pendulang emas pada 20 September 2025, penembakan mobil Hilux Armor pada 22 September 2025, penembakan Avanza putih pada 29 Desember 2025, serta penembakan pesawat Hercules pada 14 Januari 2026,” ujar Yusuf kepada awak media, pada Senin, 2 Maret 2026.
Selain Meno, penyidik juga mendalami peran tiga nama lain yang sebelumnya telah teridentifikasi, namun kini diketahui memiliki keterkaitan dengan tindak pidana tambahan.
Salah satunya Kotor Payage alias Kotoran Giban. Perkaranya telah dilimpahkan ke Polda Papua.
Ia diduga terlibat dalam penembakan mobil Strada putih pada Maret 2024, penembakan terhadap Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025, penembakan Avanza putih pada 29 Desember 2025, penembakan pesawat Hercules di Bandara Nop Goliat Dekai pada 14 Januari 2026, serta penembakan truk boks di Kilometer 7 Logpon pada 30 Januari 2026.
Nama berikutnya adalah Enage Heluka, yang diduga berperan dalam pengambilan video pernyataan pascakejadian penembakan pada 12 Februari 2026.
Sementara itu, Homi Heluka diduga terlibat dalam sejumlah peristiwa, antara lain pembakaran mobil polisi di Jalan Statistik pada 2023, pembunuhan di Kali Silet pada 11 Februari 2024, serta penembakan sopir truk di Jalan Logpon pada 12 Februari 2026.
Korban dalam insiden terakhir dilaporkan selamat dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua.
Yusuf menegaskan, pengungkapan ini merupakan hasil kerja intensif dan berkelanjutan tim gabungan dalam mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, memastikan pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku kekerasan bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua.
“Kami berkomitmen menuntaskan setiap kasus kekerasan yang meresahkan masyarakat. Penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan berbasis bukti untuk menjamin kepastian hukum serta rasa aman warga,” tegasnya.
Adapun Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menyebut aparat juga mendalami aktivitas kelompok yang dikategorikan sebagai kelompok kriminal politik.
Menurut dia, kelompok tersebut tidak hanya melakukan aksi kekerasan, tetapi juga menyebarkan narasi dan dokumentasi melalui media sosial.
“Kami melakukan profiling mendalam dan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.
Selain proses penegakan hukum, aparat meningkatkan patroli di titik rawan dan memetakan lokasi yang diduga menjadi basis aktivitas kelompok tersebut.
Langkah ini ditempuh untuk mencegah eskalasi kekerasan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di Yahukimo dan sekitarnya.***












