Heboh Soal UPF di Menu MBG! BGN dan UGM Bongkar Fakta Sebenarnya

BICARA POLITIK – Dilansir dari inilah.com (17/02/26), Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat (13/2) dengan tema “Mengoreksi Miskonsepsi tentang Sebutan Ultra Processed Food (UPF) dan Dampaknya pada Kebijakan Penyediaan Pangan Olahan dalam Menu MBG”.
Diskusi ini menghadirkan pakar gizi, akademisi, ahli teknologi pangan, pelaku usaha, serta pemangku kebijakan untuk memperkuat pemahaman berbasis sains terkait pangan olahan.
Forum tersebut digelar di tengah berkembangnya anggapan publik yang cenderung menyamakan pangan ultra olahan dengan makanan tidak sehat.
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menegaskan bahwa isu UPF perlu dilihat secara proporsional dan ilmiah.
Ia menyampaikan bahwa sistem pangan modern tidak bisa dilepaskan dari teknologi pengolahan.
Karena itu, kebijakan pangan harus disusun secara seimbang, melindungi kesehatan masyarakat sekaligus realistis terhadap kebutuhan nasional.
Menurutnya, FGD ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan sudut pandang antara aspek kesehatan publik, teknologi pangan, dan kebijakan yang aplikatif di lapangan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Dr. Gunalan, AP., M.Si., menilai pentingnya meluruskan pemahaman mengenai UPF agar tidak memunculkan stigma yang berpotensi menghambat penyediaan pangan bergizi dalam skala luas.
Ia menekankan bahwa istilah UPF kerap dipahami secara sederhana tanpa melihat faktor mutu gizi, keamanan, serta kesesuaian dengan kebutuhan penerima manfaat.
Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa klasifikasi UPF tidak secara langsung menilai kualitas gizi suatu produk.
Risiko kesehatan lebih dipengaruhi oleh pola konsumsi berlebihan dan komposisi yang tidak seimbang.
Melalui FGD ini, BGN bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat merumuskan rekomendasi berbasis sains untuk mendukung kebijakan pangan yang tepat, sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap fokus pada pemenuhan gizi, keamanan, dan manfaat bagi anak Indonesia.












