BGN Tegas! Jangan Langsung ke Sekolah, Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita Dulu

BICARA POLITIK – Dikutip dari radarsitubondo.id (17/02/26), Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menegaskan bahwa kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—harus menjadi penerima manfaat utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penekanan ini disampaikan sebelum program diperluas menyasar peserta didik di sekolah.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyampaikan arahan tersebut dalam Rapat Konsolidasi bersama Kepala SPPG, mitra, dan yayasan di Lampung, Sabtu (14/2/2026).
Ia menyoroti masih adanya kekeliruan di lapangan, di mana sejumlah mitra langsung menjalin kerja sama dengan sekolah meski dapur SPPG baru mulai beroperasi.
Menurut Sony, saat dapur mulai berjalan, kelompok rentan harus menjadi fokus pertama.
Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dinilai sebagai sasaran strategis dalam upaya peningkatan kualitas gizi nasional.
BGN juga menekankan bahwa pendekatan Indonesia berbeda dari banyak negara lain.
Jika program makan gratis di berbagai negara umumnya hanya menyasar sekolah, Indonesia mengembangkan konsep “school meal plus” yang menjangkau kelompok 3B secara langsung, termasuk melalui distribusi ke rumah dengan dukungan kader posyandu.
Penegasan ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan, yang dianggap sebagai fase penentu kualitas generasi mendatang.
Program MBG disebut bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bagian dari investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
BGN berharap, dengan prioritas yang tepat, program ini mampu menekan angka stunting sekaligus membentuk generasi sehat dan unggul sejak usia dini.












