Dorong Kedaulatan Energi, Pemerintah Percepat Implementasi Campuran Bioetanol E5 dan E10

“Tujuannya sebenarnya adalah bagaimana menciptakan peluang usaha baru yang ada di Indonesia,” ucapnya.
Terkait kesepakatan perdagangan timbal balik Indonesia–Amerika Serikat yang mencakup impor bioetanol, Bahlil menegaskan langkah tersebut bersifat sementara hingga produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.
“Namun sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja, termasuk di impor dari Amerika, sampai dengan kebutuhan produksi kita dalam negeri terpenuhi,” jelasnya.
Dalam implementasinya, pengalihan sumber impor etanol dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas tarif masuk nol persen. Kebijakan ini dinilai memberi keuntungan karena harga bahan baku menjadi lebih kompetitif.
“Kalau kita masuknya dengan tarif 0 persen ke negara kita, berarti kan harus lebih murah dong. Ini kan menguntungkan kita sebenarnya. Kita melakukan impor dari sini, tarifnya masuk 0 persen, harganya lebih murah sehingga industri kita lebih kompetitif dalam memakai bahan baku daripada etanol,” katanya.













