Di Washington DC, Prabowo Tegaskan Solusi Dua Negara dan Kesiapan Indonesia Dukung Misi Perdamaian Gaza

BICARA POLITIK – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan optimisme atas perkembangan upaya kemanusiaan dan proses perdamaian di Gaza.
Hal itu ia sampaikan dalam keterangan pers kepada awak media di Washington DC, pada Kamis, 19 Februari 2026.
Presiden menilai sejumlah kemajuan telah tercapai, terutama dalam distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
“Ya, Alhamdulillah tadi berjalan dengan baik, lancar ya. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai,” ujar Prabowo.
Ia menyebut aliran bantuan makanan dan kebutuhan pokok saat ini berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Sementara saya kira aliran bantuan makan, kebutuhan rakyat Gaza saya kira tertinggi selama beberapa tahun. Jadi makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras,” lanjutnya.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa proses menuju perdamaian masih menghadapi berbagai tantangan.
Ia menegaskan perlunya tekad kuat dan kesiapan menghadapi hambatan di lapangan.
“Nampaknya sangat serius ya. Tadi walaupun kita bertekad untuk ini berhasil, karena ini memberi harapan, perdamaian. Walaupun tadi saya juga dalam statement singkat saya, saya juga ingatkan banyak kesulitan, masih di depan banyak hambatan, rintangan, obstacles,” ucap Presiden.
Prabowo menegaskan komitmen Indonesia bersama negara-negara Muslim untuk terus mendorong perdamaian berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
“Tapi ya, kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan demi rakyat Palestina. Kita tentunya komit, tadi beberapa negara-negara muslim semua menegaskan komitmen kita untuk benar-benar mencapai lasting peace,” tegasnya.
Ia kembali menekankan bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian jangka panjang.
“Bagi kita the real, the only long lasting solution is a two-state solution,” ujar Presiden.
Dalam konteks dukungan terhadap stabilisasi kawasan, Prabowo juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam misi internasional.
Ia mengungkapkan kemungkinan pengiriman tim pendahulu dalam waktu dekat.
“Mungkin, ya kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lama lah, mungkin 1–2 bulan ini,” ungkapnya.
Presiden juga mengonfirmasi bahwa Indonesia diminta mengisi posisi Wakil Komandan dalam struktur misi tersebut.
“Ya, mereka minta kita jadi Deputy Commander,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, berpihak pada kemanusiaan, serta berkomitmen mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.***












