Viral Joget di Dapur MBG! SPPG Langsung Disanksi, BGN: Kecewa Berat!

BICARA POLITIK – Dilansir dari news.detik.com (24/03/26), Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang pria berjoget di dalam fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Aksi tersebut menuai sorotan dan disayangkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam video yang viral tersebut, terlihat seorang pria menari mengikuti alunan musik di dalam sebuah ruangan yang menampilkan logo BGN, yang diduga merupakan bagian dari fasilitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti kejadian tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN telah ditugaskan untuk menemui pria yang bersangkutan dan memberikan teguran keras.

“Kami lagi tugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu,” kata Nanik kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).

“Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, sudah bertemu dan sudah ditegur keras,” imbuhnya.

Nanik menyampaikan kekecewaannya atas tindakan pria tersebut yang diketahui merupakan mitra pemilik SPPG.

“Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia menyoroti aksi berjoget yang dilakukan di dalam dapur MBG tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD).

Menurutnya, tindakan tersebut tidak pantas dilakukan, terlebih di area yang berkaitan dengan pengolahan makanan.

“Mengapa harus overacting seperti itu, apalagi ada konten-konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD. Tentu kami akan memantau dapurnya,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, BGN menemukan sejumlah ketidaksesuaian pada fasilitas SPPG tersebut.

Di antaranya adalah tata letak dapur yang tidak sesuai serta sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak memenuhi standar.

Akibat temuan tersebut, BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional SPPG milik pria tersebut.

“Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya tidak benar, jadi kita suspend,” katanya.***

Hubungi kami di link berikut ini : https://linktr.ee/bicarapolitik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup