Operasi SAR Pencarian Korban TPA Bantargebang Resmi Ditutup

Korban Longsor Gunung Sampah TPA Bantargebang, 7 Orang Tewas 6 Selamat

BICARA POLITIK – Longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menewaskan tujuh orang dan melukai sejumlah pekerja di lokasi.

Peristiwa itu terjadi di zona 4 TPA Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban pada proses pencarian yang berlangsung hingga Senin dini hari.

Setelah tidak ada lagi laporan korban hilang, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan longsoran sampah menimbun sejumlah kendaraan truk serta bangunan warung di sekitar area pembuangan.

“Telah terjadi longsor di zona 4 TPA Bantargebang pada Minggu sekitar pukul 14.30 WIB. Sejumlah korban ditemukan dan masih dilakukan pendataan, termasuk kendaraan truk sampah serta warung yang tertimbun,” ujar Desiana dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa, 10 Maret 2026.

Berdasarkan data sementara, total terdapat 13 orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, enam orang selamat dan tujuh lainnya meninggal dunia.

Korban selamat masing-masing bernama Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir.

Sementara korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno asal Karawang, Irwan Supriatin, Jussova Situmorang (38), Hardianto, dan Riki Supriadi (40).

Desiana menjelaskan, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membuka akses menggunakan alat berat serta mengerahkan anjing pelacak (K9).

Pencarian juga didukung drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh dari udara.

Pada Senin sekitar pukul 12.05 WIB, tim SAR menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia dan langsung mengevakuasinya ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Selanjutnya pada pukul 16.00 WIB, tim Disaster Victim Identification (DVI) memastikan korban tersebut bernama Jussova Situmorang (38).

Pada pukul 16.57 WIB, petugas juga menerima informasi dari kepolisian bahwa dua korban atas nama Ato dan Dofir telah ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali ke rumah masing-masing.

Tim SAR kemudian kembali menemukan korban bernama Hardianto sekitar pukul 17.50 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir kali yang tertutup timbunan sampah dan langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 23.30 WIB, tim kembali menemukan satu korban terakhir bernama Riki Supriadi (40) dalam kondisi meninggal dunia.

“Dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak ada lagi laporan orang hilang, operasi SAR dinyatakan ditutup pada pukul 00.00 WIB,” kata Desiana.

Operasi pencarian melibatkan 336 personel dari berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Polsek Bantargebang, TNI, Damkar Kota Bekasi, BPBD, PMI, serta sejumlah organisasi relawan dan tim pencarian lainnya.

Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan berdasarkan keterangan saksi dan keluarga korban.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup