Mudik Lebaran 2026: Sejumlah Jalur Nontol Jabar Diprediksi Macet, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

BICARA POLITIK – Dilansir dari jabarprov.go.id (11/03/26), Sejumlah jalur utama non-tol di Jawa Barat diperkirakan mengalami kemacetan saat arus mudik dan balik Idulfitri 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Dinas Perhubungan Jawa Barat menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah serta penertiban aktivitas masyarakat di sepanjang jalur mudik.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan salah satu titik yang berpotensi mengalami kemacetan adalah jalur Simpang Jomin–Simpang Mutiara hingga Cikopo.
Untuk mengurangi kepadatan di ruas tersebut, Dishub bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional akan menutup 47 putaran balik (u-turn) dan hanya membuka delapan titik putaran balik.
Selain itu, jalur Ciawi–Cibadak–Sukabumi juga diperkirakan mengalami kepadatan.
Pada jalur tersebut, pihak kepolisian akan menindak kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih yang melintas pada saat puncak arus mudik maupun arus balik.
Pemerintah daerah juga akan menertibkan parkir liar serta pedagang kaki lima yang beraktivitas di badan jalan.
Kemacetan juga diprediksi terjadi di jalur Ciawi–Simpang Gadog–Puncak, Kabupaten Bogor.
Untuk mengurai kepadatan, kepolisian akan menerapkan sistem ganjil genap serta rekayasa lalu lintas satu arah di kawasan tersebut.
Sementara itu, Satpol PP akan menertibkan aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Dishub Jawa Barat juga mengantisipasi kepadatan di kawasan Simpang Susun Cileunyi dan Nagreg di Kabupaten Bandung.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah penggunaan alat pembaca kartu tol elektronik (mobile reader) guna mempercepat proses transaksi kendaraan.
“Selain itu, menyiapkan papan informasi tambahan apabila dilakukan pengalihan arus ke Tol Cisumdawu,” kata Dhani, Senin (9/4/2026).
Beberapa jalur lain yang diperkirakan mengalami kemacetan yakni kawasan Limbangan–Malangbong serta Gentong.
Pada jalur tersebut, Satpol PP akan melakukan penertiban aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
Jalur terakhir yang diprediksi padat adalah ruas Pelumbon–Kadawung–Cirebon.
“Pemda akan menertibkan parkir di pinggir jalan dan pedagang kaki lima di badan jalan untuk menurunkan tingkat kemacetan di Pelumbon-Kadawung-Cirebon,” ucap Dhani.
Jalur Alternatif Mudik
Untuk menghindari kemacetan, pemudik juga dapat memanfaatkan sejumlah jalur alternatif yang disiapkan pemerintah daerah.
Di wilayah utara Jawa Barat terdapat delapan jalur alternatif, yaitu Sukamandi–Kalijati (22 km), Pamanukan–Subang (31 km), Kadipaten–Jatitujuh–Jatibarang (40,7 km), dan Haurgeulis–Patrol (19 km).
Selain itu tersedia jalur Cikamurang–Jangga (35 km), Budur–Tegalgubug–Jagapura–Mundu (32 km), Losari–Ciledug–Cidahu–Kuningan (95 km), serta Cirebon–Sumber–Rajagaluh–Majalengka (32 km).
Di jalur tengah Jawa Barat terdapat empat rute alternatif, yakni Subang–Lembang–Bandung (41 km), Sumedang–Jalan Cagak–Wanayasa–Purwakarta (85 km), Talaga–Bantarujeg–Wado–Sumedang (79 km), serta Kuningan–Cikijing–Majalengka–Kadipaten (45 km).
Sementara itu, di wilayah selatan tersedia lima jalur alternatif yaitu Garut–Banyuresmi–Leuwigoong–Kadungora–Cijapati–Majalaya–Bandung (78 km), Sasak Beusi–Cibatu–Leles (19 km), Banjar–Manonjaya–Tasikmalaya (44 km), Malangbong–Wado (15 km), dan Parakan Muncang–Warung Simpang (9 km).
Hubungi kami di link berikut ini : https://linktr.ee/bicarapolitik












