BGN Siapkan Skema Khsusus Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

BICARA POLITIK – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan skema khusus pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.

Penyesuaian ini dilakukan agar distribusi makanan tetap berjalan optimal tanpa mengganggu ibadah puasa peserta didik.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa skema MBG selama Ramadan telah disusun untuk seluruh satuan pendidikan, baik formal maupun nonformal, dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing lembaga.

Menurut Nanik, mekanisme pengolahan dan pengiriman MBG disesuaikan dengan waktu konsumsi peserta didik.

Khusus untuk pondok pesantren, proses memasak dilakukan setelah waktu zuhur sehingga makanan dapat langsung digunakan untuk berbuka puasa.

“Untuk pondok pesantren, masaknya setelah zuhur supaya bisa dipakai untuk berbuka,” ujar Nanik usai menghadiri kegiatan Pemberdayaan Pertanian, Perikanan, dan Peternakan dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Hotel Harper, Kabupaten Purwakarta, Selasa (10/2/2026) malam.

Sementara itu, bagi sekolah umum atau sekolah formal non-pesantren, BGN menyiapkan menu kering yang praktis dan tahan lama.

Menu tersebut terdiri atas telur rebus, roti, susu, kurma, serta buah-buahan.

“Menu kering ini bisa dibawa pulang dan digunakan saat berbuka puasa,” kata Nanik.

Ia menambahkan, pemilihan menu dilakukan agar kualitas dan kandungan gizi tetap terjaga meski dikonsumsi beberapa jam setelah distribusi.

Untuk sekolah nonmuslim, seperti sekolah Katolik, distribusi MBG tetap dilakukan seperti hari biasa. Hal ini karena tidak ada kewajiban berpuasa bagi peserta didik di sekolah tersebut.

“Karena di sekolah itu tidak ada yang berpuasa, pengirimannya tetap normal. Namun, jika ada siswa nonmuslim yang bersekolah di lingkungan mayoritas muslim, maka sistemnya mengikuti kebijakan sekolah mayoritas,” ujar Nanik.

Secara umum, MBG selama Ramadan tetap disalurkan pada jam sekolah seperti biasa. Peserta didik diperbolehkan membawa pulang makanan yang diterima untuk dikonsumsi di rumah saat waktu berbuka.

BGN memastikan makanan MBG yang dibagikan selama Ramadan merupakan makanan siap saji dengan daya tahan hingga 12 jam. Dengan demikian, makanan tetap aman, layak konsumsi, dan bernilai gizi saat disantap pada waktu berbuka puasa.

Program ini diharapkan tetap mendukung pemenuhan gizi anak-anak selama Ramadan, sekaligus menghormati keberagaman praktik ibadah di lingkungan pendidikan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup