Polri Bangun Ekosistem Pangan hingga Daerah Terpencil, Presiden Prabowo: Indonesia di Jalur yang Tepat

BICARA POLITIK – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berada di jalur yang benar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pernyataan itu ia sampaikan saat berdialog melalui konferensi video dengan sejumlah perwakilan kepolisian daerah dalam peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 18 Gudang Ketahanan Pangan Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta peletakan batu pertama 107 SPPG Polri di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026.
Dalam dialog tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan langsung dari berbagai daerah terkait pengembangan ekosistem pangan yang digarap Polri hingga ke wilayah pelosok.
Salah satunya datang dari Polda Metro Jaya yang mengembangkan rantai pasok bahan baku SPPG di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi.
Di atas lahan seluas 49 hektare, Polda Metro Jaya mengelola budidaya terpadu ikan nila dan bandeng, udang, ayam petelur, serta ternak kambing.
Program tersebut dijalankan sejak 15 September 2025 melalui skema pinjam pakai lahan.
“Di lokasi ini hari ini kami melaksanakan panen raya 108 ribu ekor ikan nila dan bandeng, 600 ribu ekor udang windu dan vaname, 1.000 ayam petelur, serta 100 ekor kambing. Seluruh hasilnya akan didistribusikan ke 57 SPPG Polda Metro Jaya,” ujar perwakilan Polda Metro Jaya.
Presiden Prabowo mengaku bangga melihat langsung ekosistem pangan yang terbangun.
Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan gizi anak-anak sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Saya sangat bangga dan bahagia melihat ini secara langsung. Program seperti ini mengamankan ketahanan pangan kita, membantu rakyat, dan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Ini langkah yang sangat penting,” kata Presiden Prabowo dikiti bicarapolitik.id dari laman presidenri.go.id pada Senin, 16 Februari 2026.
SPPG Menjangkau Wilayah 3T
Laporan serupa datang dari Indonesia timur. Wakil Kepala Polda Papua Barat menyampaikan progres pembangunan delapan SPPG, enam di antaranya berada di wilayah terpencil dan 3T.
Di Kampung Wamesa, Kabupaten Kaimana, pembangunan SPPG menghadapi tantangan geografis dan cuaca ekstrem, dengan distribusi material melalui jalur darat dan laut selama 40 hingga 60 menit.
“Kami menyiapkan operasional SPPG dengan memanfaatkan sumber pangan lokal seperti sayur, ikan, daging rusa, dan buah-buahan, serta sebagian pasokan dari luar daerah seperti beras, ayam, telur, dan susu,” ujar Wakapolda Papua Barat.
Calon penerima manfaat di Kampung Wamesa, mulai dari siswa TK dan SD, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita, menyambut antusias kehadiran dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah pelajar bahkan menyampaikan langsung ucapan terima kasih kepada Presiden.
“Terima kasih Bapak Presiden sudah membangun dapur MBG di kampung kami. Kami menunggu MBG hadir di sekolah kami,” ujar para siswa.
Perluasan di Berbagai Daerah
Dari Kalimantan Selatan, Polda setempat melaporkan pembangunan 35 SPPG, termasuk 10 unit di wilayah terpencil dan pondok pesantren.
Pengelolaan keamanan pangan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari deteksi alergen, pengawasan kesehatan oleh dokter kepolisian, hingga pemanfaatan limbah menjadi eco-enzyme dan pakan ternak.
Sementara itu, Polda Jawa Tengah tercatat sebagai polda dengan jumlah SPPG terbanyak.
Program ini juga menyasar pondok pesantren serta wilayah terdampak banjir.
Dari Jawa Timur, Kapolda melaporkan peresmian Gedung Ketahanan Pangan Polri di Mojokerto yang berfungsi sebagai gudang jagung pertama di provinsi tersebut dan dikelola secara profesional bersama Bulog.
Menutup dialog, Presiden Prabowo kembali menekankan pentingnya ketahanan pangan bagi stabilitas nasional.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri yang bekerja hingga ke wilayah tersulit.
“Ketahanan pangan adalah kunci stabilitas negara. Negara aman kalau pangannya aman. Terima kasih atas pengabdian saudara-saudara. Teruslah hadir di tengah rakyat sebagai penjaga keselamatan bangsa,” pungkas Presiden Prabowo.***












