Taman Spiral Malang Mendadak ‘Menyala’! Aktivasi Kreatif Ini Bikin Publik Terkesima

BICARA POLITIK – Malang Creative Fusion (MCF) sukses menggelar kegiatan bertajuk “Road to Malang Menyala Spiral Immersive Activation” di Taman Spiral pada Sabtu malam, 9 Mei 2026. (11/05/2026)
Kegiatan aktivasi ruang publik berbasis media arts tersebut berlangsung kondusif, kreatif, dan mendapat respons positif dari berbagai kalangan.
Sekitar 50 peserta turut ambil bagian dalam acara ini, mulai dari komunitas kreatif, pegiat budaya, pelaku teknologi, media, hingga jejaring kota kreatif dari sejumlah daerah di Indonesia.
“Road to Malang Menyala” menjadi bagian dari gerakan aktivasi ruang publik yang mengusung konsep media arts, immersive visual, projection mapping, ambient music, hingga eksplorasi artistik ruang kota. Inisiatif ini bertujuan mendukung langkah Malang menuju Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts.
Acara ini turut dihadiri sejumlah perwakilan Pemerintah Kota Malang dan jejaring nasional ekonomi kreatif, di antaranya Willstar Sinaga, Amar Alphabet, Pandu, Laode, serta Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Vicky Arief.
Anggota DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi, juga hadir untuk melihat langsung pelaksanaan aktivasi ruang kota berbasis komunitas tersebut.
Perkenalkan Konsep “Passive Space”
Dalam kegiatan ini, MCF memperkenalkan istilah baru dalam pendekatan ruang kota, yakni “Passive Space” atau ruang pasif.
MCF menilai tidak ada ruang negatif di Kota Malang, melainkan ruang-ruang pasif yang belum dimanfaatkan secara optimal dan masih memiliki potensi besar untuk dihidupkan melalui seni, budaya, teknologi kreatif, dan ekonomi kreatif.
Koordinator MCF, Dadik Wahyu Chang, menjelaskan tujuan utama gerakan ini adalah menghidupkan kembali ruang-ruang publik yang selama ini belum teraktivasi.
“Hari ini kita belajar bahwa kota punya banyak passive space yang sebenarnya bisa dihidupkan. Taman kota, sudut jalan, ruang publik, semuanya punya potensi menjadi ruang interaksi kreatif masyarakat. Kita ingin ruang-ruang yang selama ini pasif mulai menyala oleh kreativitas warga dan komunitas,” ujarnya.
Dadik menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebuah prototipe aktivasi ruang kota berbasis kolaborasi.
“Gerakan ini bukan sekadar event, tetapi prototype bagaimana ruang kota dapat diaktivasi secara positif, artistik, kondusif, dan kolaboratif untuk mendukung Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts,” katanya.
Dukungan untuk Kota Kreatif Dunia
Ketua Harian ICCN, Vicky Arief, mengapresiasi langkah tersebut dan menilai aktivasi ruang publik menjadi cara efektif menghadirkan kreativitas langsung ke tengah masyarakat.
“Aktivasi ruang publik seperti ini penting untuk memperlihatkan bahwa kreativitas bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Malang memiliki energi komunitas yang kuat untuk berkembang sebagai kota kreatif berbasis media arts,” ucap Vicky.
Sementara itu, Amar Alphabet menegaskan bahwa media arts bukan hanya soal teknologi visual, tetapi juga membangun relasi baru antara masyarakat, ruang kota, dan budaya digital.
“Media arts bukan hanya tentang teknologi visual, tetapi bagaimana kreativitas dapat membangun hubungan baru antara masyarakat, ruang kota, dan masa depan budaya digital. Aktivasi seperti ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Kota Malang sebagai kota kreatif dunia bidang Media Arts,” jelasnya.
Lahirnya Komunitas Baru dan Aksi Peduli Lingkungan
Momentum kegiatan ini juga menjadi penanda lahirnya Malang Media Arts Community (MMAC), komunitas baru yang akan menjadi mitra MCF dalam pengembangan ekosistem media arts, immersive art, projection mapping, dan seni digital di Kota Malang.
Acara semakin semarak lewat pertunjukan kolaboratif “SPIRAL SPACE” yang menghadirkan performer muda seperti Fisal, DJ Rissba, dan Wara Valerie, serta visual immersive dari Enggal Studio.
Sebelum acara dimulai, peserta juga melakukan aksi bersih-bersih taman sebagai simbol kepedulian komunitas terhadap ruang publik.
“Mari kita hidupkan passive space kota. Mari kita nyalakan Malang,” ajak Dadik.












