Close Menu
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Bicara Politik
  • Home
  • Politik
  • Nasional
  • Hukum
  • Olahraga
  • Regional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Indeks
Headline

MBG Disorot! Program Ratusan Triliun Terancam Gagal, Mundurnya Pimpinan Jadi Solusi?

RedaksiBy RedaksiMei 4, 2026

BICARA POLITIK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebijakan yang secara niat hampir tidak mungkin ditolak. (04/05/26)

Tujuannya jelas: memperbaiki gizi anak bangsa, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membuka lapangan kerja dalam waktu cepat.

Ini bukan sekadar program sosial, tapi fondasi untuk masa depan Indonesia. Namun masalahnya bukan di konsep. Masalahnya ada pada eksekusi.

Di bawah komando Badan Gizi Nasional (BGN), pelaksanaan MBG justru memicu gelombang kritik yang semakin keras.

Di berbagai daerah, muncul keluhan soal menu yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran – porsi minim, kualitas rendah, bahkan tidak mencerminkan standar gizi yang dijanjikan.

Baca juga : Seleksi Pengurus Dewan Pendidikan Purwakarta Periode 2026–2031 Dibuka

Di sisi lain, mulai beredar laporan dugaan kasus keracunan makanan yang memperkuat kekhawatiran publik soal pengawasan kualitas.

Lebih jauh lagi, muncul persepsi bahwa program ini berpotensi hanya memperkaya segelintir pihak – vendor tertentu, kelompok tertentu.

Sementara manfaat ke masyarakat luas tidak maksimal. Entah ini sepenuhnya benar atau tidak, yang jelas persepsi ini sudah terlanjur hidup dan menyebar.

Dan dalam politik publik, persepsi bisa lebih berbahaya daripada fakta. Masalah makin rumit ketika respons yang muncul terkesan defensif.

Alih-alih terbuka dan evaluatif, publik melihat BGN seperti menutup rapat kritik. Ini mempercepat erosi kepercayaan.

Di titik ini, persoalannya bukan lagi teknis. Ini sudah menjadi krisis legitimasi. Dan dalam krisis seperti ini, langkah biasa tidak akan cukup.

Baca juga : Pemecahan Dapil DPRD Jakarta Selatan Jelang Hukum Baru Pemilu dan Perubahan Status Jakarta

Salah satu opsi yang patut dipertimbangkan adalah: petinggi BGN, termasuk kepala lembaganya, legowo mundur.

Ini bukan soal menyalahkan individu. Ini tentang mengambil tanggung jawab di level tertinggi untuk menyelamatkan program yang jauh lebih besar.

Dalam banyak kasus, mundurnya pimpinan justru menjadi titik balik – menghentikan kegaduhan, meredam kemarahan publik, sekaligus membuka ruang bagi perbaikan menyeluruh.

Publik hari ini butuh sinyal tegas: bahwa pemerintah tidak menutup mata. Bahwa ada keberanian untuk bertanggung jawab, bukan sekadar bertahan.

Namun tentu, mundur saja tidak cukup. Pemerintah harus menjadikan ini momentum reset total. Tata kelola harus dibenahi dari hulu ke hilir.

Transparansi anggaran wajib dibuka. Rantai pasok harus diaudit. Vendor harus diseleksi ulang secara ketat.

Baca juga : Sosialisasi Rumah Tidak Layak Huni di Dusun Air Pessy: Kolaborasi Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Mahasiswa KKN Unpatti Berhasil Edukasi Warga

Pemerintah daerah dan pelaku lokal harus dilibatkan lebih besar agar manfaat ekonomi benar-benar terasa. Yang tak kalah penting, sistem pengawasan harus independen dan real-time.

Program ratusan triliun tidak boleh berjalan dengan standar pengawasan seadanya.

BGN atau siapa pun yang melanjutkan,  harus paham satu hal: kepercayaan publik itu mahal, dan sekali rusak, sulit dikembalikan.

MBG masih bisa diselamatkan. Tapi waktunya tidak banyak.

Jika dibiarkan, program ini bukan hanya gagal mencapai tujuan, tapi juga akan dikenang sebagai contoh klasik bagaimana niat baik dikalahkan oleh buruknya tata kelola.

Dan jika itu terjadi, yang hilang bukan hanya uang negara. Yang hilang adalah kepercayaan rakyat.

Baca juga : Gerakan Ngosrek di Situ Cigangsa, Disdik Purwakarta Gandeng Pramuka dan Unit SAR 

Karena pada akhirnya, rakyat tidak butuh program besar yang terlihat megah di atas kertas. Rakyat butuh bukti nyata di piring mereka.

Dan ketika isi piring itu tidak sesuai janji, tidak aman, bahkan dicurigai jadi ladang keuntungan segelintir orang, maka yang seharusnya memberi harapan, justru berubah menjadi kemarahan. 

POV: Agus Sulistriyono – CEO Promedia Group

anak BGN ekonomi kebijakan Makan Bergizi Gratis mbg pemerintah Program sppg
Share. Facebook Telegram Threads WhatsApp

Related Posts

Merebut Kembali Ruang Keputusan Indonesia di Abad ke-21

Agustus 5, 2026

Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Sebelum Makan, Investasi Kecil untuk Masa Depan Generasi Sehat

Juli 13, 2026

Bupati Purwakarta Om Zein Klarifikasi Lagu ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejat’ yang Viral di Medsos: Itu Cerita tentang Diri Saya

Juli 1, 2026

Membaca krisis eksistensial di era digital dalam kacamata Søren Kierkegaard

Juni 24, 2026

Dituding Tak Transparan, Kepala SPPG Sukatani 2 Buka Fakta Mengejutkan soal Program Makan Bergizi Gratis!

Juni 5, 2026

HMI dan Aliansi Mahasiswa serta Masyarakat Peduli Lingkungan Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tolak Pertambangan Ilegal dan Mafia Solar

Juni 5, 2026
Berita Terpopuler

BULOG bersama Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

By RedaksiAgustus 31, 2026

Viral WO Marwah Diduga Tipu Pengantin di Bekasi, Aldy-Feny Rugi Rp85,5 Juta dan Resmi Lapor Polisi

By RedaksiMei 25, 2026

Dituding Tak Transparan, Kepala SPPG Sukatani 2 Buka Fakta Mengejutkan soal Program Makan Bergizi Gratis!

By RedaksiJuni 5, 2026

IPM Jawa Barat Melejit! Tahun 2025 Tembus Target, Ini Rahasia di Baliknya

By RedaksiMaret 31, 2026

Ombudsman RI Tegaskan Komitmen Integritas dan Hormati Proses Hukum

By RedaksiMaret 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
© 2026 Bicarapolitik.id.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.